KEBUN KARINDA, WISATA ALAM

Kebun Karinda adalah sebuah kebun yang berlokasi di Komplek Bumi Karang Indah, Lebak Bulus, Cilandak Jakarta Selatan. Kebun seluas +/- 300 m2 ini dikelola oleh sepasang suami-istri, Djamaludin Suryohadikusumo dan Sri Murniati. Djamaludin Suryohadikusumo adalah  Menteri Kehutanan RI periode 1993-1998. Menurut Sri, awal mereka mengelola kebun ini tergugah saat di areal komplek banyak sekali lalat berkeliaran. Sri dan Suaminya pun mencari tahu darimana asal lalat-lalat yang berkeliaran dan mengganggu kenyamanan lingkungan. Akhirnya mereka mengetahui bahwa lalat tersebut berasal dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di luar komplek sekitar 200 meter dari rumah.  

Melihat hal tersebut Sri dan Suami yang memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan sampah dan berkebun kemudian mencari jalan agar sampah-sampah warga dapat dikelola agar tidak menimbulkan lalat. Kebetulan disamping rumah mereka ada tanah kosong milik pengembang. Mereka awalnya berniat untuk menyewa lahan tersebut untuk dijadikan tempat pengelolaan sampah dan kebun. Namun pengembang malah mempersilakan mereka untuk menggunakannya secara gratis. Sri dan Suami pun akhirnya menjadikan tanah tersebut sebagai fasilitas umum, tempat orang dapat belajar membuat kompos, menanam sayuran dan obat. Lahan kosong tersebut akhirnya menjadi Kebun Karinda di tahun 2006.

Karinda merupakan singkatan dari Karang Indah, mengambil nama komplek Karang Indah dimana kebun itu berlokasi. Di Kebun ini tumbuh beragam sayuran dan tanaman obat. Saking asyiknya menanam, mereka pun tidak tahu sudah berapa banyak tanaman yang ada di lokasi tersebut. Lebih dari 70 jenis mungkin kata Sri. Lahan menjadi tempat bertumbuh subur untuk Sawi, bayam, kangkung, kumis kucing, daun sembung, lidah buaya, jinten, pohon tin, binahong, jati belanda, cincau, temu lawak, jahe, kunyit, dan bermacam tanaman lainnya. Ada yang dirambatkan ada yang ditanam di tanan dan ada juga yang disusun di pot vertical untuk menghemat penggunaan lahan.

Sampah warga kompleks pun dikelola mereka untuk menjadi kompos. Pengomposan dimulai dari pemilihan sampah organik sampah dapur dan sampah kebun. Sampah dapur diproses di wadah yang tidak terlalu besar seperti keranjang cucian, gentong atau ember hingga memancing fermentasi sampah. Sedangkan sampah kebun hal dasar yang dilakukan adalah memisahkan ranting dan daun. Karena sampah kebun lebih banyak maka dibutuhkan wadah yang lebih besar seperti drum.

Dari kegiatan membuat kompos dan berkebun ini kebun Karinda ini pun banyak dikunjungi orang. Menurut Sri sejak tahun 2006 sampe sekarang setidaknya sudah ada 20 ribu orang yang berkunjung dan belajar di Kebun Karinda. Kebun Karinda juga menyediakan kelas untuk masyarakat yang ingin belajar berkebun dan pengelolaan Kompos. Peserta Pelatihan minimum 25 orang dan maksimum 40 orang. Jadwal Pelatihan Selasa dan Kamis Pukul 09:00 WIB – 11:00 WIB. Alamat lengkapnya : Bumi Karang Indah Blok C-2 No.28, Lebak Bulus Jakarta Selatan. Email djamaludinsuryo@yahoo.com. Telepon: 021 -75909167 dan HP: 08158014375.