Kebon Jeruk, Kampung

Kebon Jeruk merupakan nama sebuah kecamatan di wilayah Jakarta Barat. Kawasan ini meliputi Kelurahan Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Duri Kepa, Kedoya Selatan dan Kedoya Utara. Di dalam kawasan ini berupa perkampungan dan kompleks-kompleks perumahan sedang hingga mewah.

Nama Kebon Jeruk diberikan karena dulunya di daerah ini terdapat kebun-kebun yang banyak ditanami jenis tanaman buah-buahan dan didominasi oleh pohon jeruk (citrus sp). Adapun jenis jeruk yang terdapat di sana dalah jeruk sunkis, keruk limau, jeruk purut, dan jeruk bali. Hasil panen dari kebun tersebut ada yang dikonsumsi, dibagikan ke tetangga, namun ada juga yang di jual ke pasar.

Pada tahun 1791, tanah partikelir di Kebon Jeruk tercatat sebagai milik Guillaume Elie Teiseire, seorang Landdrost, semacam residen, Bataviasche Ommelanden (wilayah sekitar Batavia). Pemilik kawasan Kebon Jeruk pada tahun 1816 adalah Willem Wardenaar. Ia menjuluki kawasan ini sebagai Vredelust yang artinya nyaman dalam perdamaian (den Haan; 1910, personalia 101 dalam Ruchiat, 2018). Pada tahun 1881, tuan tanah Kebon Jeruk adalah Haji Ismail dan administrarurnya bernama Samijoen. Bukan hal yang lumrah melihat pribumi menjadi tuan tanah pada saat itu, karena umumnya yang menjadi tuan tanah pada waktu itu adalah orang Cina, Belanda, dan Arab. Hingga akhirnya pada awal abad ke-20 tanah di wilayah ini menjadi milik pemerintah dan dibentuk menjadi sebuah kecamatan.