Kebayoran, Kampung

Kebayoran merupakan salah satu tempat di wilayah Jakarta Selatan. Kebayoran kini terbagi atas dua kecamatan, yaitu Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Wilayah Kebayoran Lama membentang dari Pertigaan Rawa Belong, Kemandoran, Palmerah, hingga di selatan yakni Pasar Jumat, Ciputat, dan Lebak Bulus. Sedangkan Kebayoran Baru merupakan wilayah perluasan dari Kebayoran Lama diantaranya adalah kawasan Blok M dan SCBD.

Terminal Blok M

Sumber: http://www.beritajakarta.id

Nama Kebayoran berasal dari kata kebayuran yang artinya tempat penimbunan batang kayu bayur yang banyak tumbuh di tempat tersebut pada jaman dulu. Pohon bayir yang sudah tinggi dan besar kemudian ditebang, dan kayu-kayunya ditumpuk di sebuah tempat. Tidak hanya kayu bayur yang di tumpuk di tempat ini, melainkan kayu-kayu jenis lain juga ditumpuk di tempat ini. Kayu bayur sangat baik untuk membangun rumah, terutama untuk membangun tiang-tiang atap bangunan.

Sekitar tahun 1938, kawasan Kebayoran direncanakan akan dibangun sebuah lapangan terbang internasonal, akan tetapi rencana tersebut gagal karena pecah Perang Dunia II. Kemudian pada tahun 1949 dibangun Kota Satelit Kebayoran Baru, dengan luas areal 730 hektare yang menurut rencana ckup untuk dihuni oleh 100.000 jiiwa. Kemudian pada tahun 1969, pemerintah akhirnya mengembangkan areal tesebut menjadi wilayah Kebayoran Baru dan wilayah lainnya menjadi wilayah Kebayoran Lama. Wilayah Kebayoran Baru dirancang oleh H Mohammad Soesilo yang merupakan murid Thomas Karsten, arsitek Hindia Belanda yang ikut merancang kota Bogor, Bandung, dan Malang. Konsep awal pembangunan ini membuat ruang terbuka hijau. Lokasi yang dipilih adalah daerah dekat stasiun Kebayoran.