Kamal Muara, Kampung

Kamal Muara merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Wilayah kelurahan ini berada di ujung utara Jakarta berbatasan dengan wilayah Dadap, Tangerang. Daerah ini cukup unik, karena sebagian wilayah merupakan salah satu tempat yang banyak dihuni oleh nelayan dan sebagian wilayahnya merupakan kawasan elit Pantai Indah Kapuk. Kamal Muara tidak dapat dipisahkan dari aktivitas para nelayan di pelabuhan Muara Angke. Sejak tahun 1960-an, kawasan ini memang sudah menjadi pelabuhan ikan. Kegiatan bongkar muat perahu nelayan dan jual beli ikan juga ada di tempat ini dari dulu hingga sekarang.

Nama Kamal Muara berasal dari keadaan lingkungannya saat itu, sekitar kali yang bermuara ke Laut Jawa. Hingga sekarang, kondisinya nyaris tidak berubah. Hanya saya semakin banyak rumah-rumah penduduk di pinggir laut yang membuat wilayah ini semakin padat.

Penduduk di Kamal Muara sangat beragam, ada orang-orang Betawi yang sudah ada sejak jaman dulu dan ada pula pendatang dari wilayah lain di luar Jakarta. Sebagian besar pendatang yang kini menetap di Kamal Muara adalah orang-orang yang berasal dari suku Bugis, Sulawesi Selatan. Sebelum mereka tinggal di tepi laut seperti sekarang ini, mereka tinggal di bantaran Kali Kamal. Pada tahun 1992, suku Bugis yang tinggal di pinggiran Kali Kamal terkena gusuran revitalisasi bantaran Kali. Akibat gusuran itu, mereka berpindah mencari tempat tinggal di sekitar pinggir laut. Mereka lebih memilih pinggir laut karena mata pencaharian mereka mayoritas sebagai nelayan dan agar memudahkan mereka menaruh perahu-perahu di tepi laut.

Tepi Laut Kamal Muara

Sumber: Dokumentasi Peneliti

Pada awal tahun 2018 kemarin, ratusan warga di RW 004 Kamal Muara melakukan pengecatan lingkungan pemukiman mereka dengan berbagai warna. Kegiatan tersebut diinisiasi pihak kelurahan guna menghilangkan kesan kumuh di kawasan yang dikenal sebagai tempat tinggal para nelayan tersebut. Pengecatan tersebut dilakukan untuk membuat Kamal Muara menjadi seperti Kampung Pelangi. Pengecatan dilakukan sepanjang jalan sekitar 1,5 kilometer yang mengelilingi kampung tersebut.

Kampung Pelangi Kamal Muara

Sumber: Dokumentasi Peneliti