Jati Padang, Kampung

Jati Padang merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kawasan ini terdiri dari beberapa komplek perumahan penduduk dan sebagian lagi dulunya berupa lahan perkebunan. Nama Jati Padang berasal dari pohon jati yang banyak tumbuh di wilayah tersebut pada masa penjajahan Belanda. Pohon jati yang tumbuh di sana tingginya mencapai 30 meter.

Wilayah Jati Padang sempat disebut sebagai hutan jati karena semakin banyaknya pohon jati yang tumbuh di sana. Pohon jati yang tinggi mulai bercabang, daunnya berbentuk lonjong sampai bulat telur, dan daun mudanya berwarna coklat kemerahan. Sedangkan bagian dari pohon yang buahnya berambut kasar dan berbiji 2-4 butir itu yang bisa digunakan atau dimanfaatkan adalah daun dan kayu serta arang kayunya.

Suatu ketika sehabis subuh, terjadi kebakaran besar yang menghanguskan pohon-pohon jati tersebut. Api yang membakar terlihat membumbung tinggi hingga seakan langit menjadi terang benderang. Adapun kata terang itu dalam bahasa Jawa adalah padang. Jadi, nama Jati Padang itu berarti pohon jati yang terang benderang karena kebakaran.

 

Tanggul Baswedan Jati Padang

Sumber: megapolitan.kompas.com

Wilayah ini merupakan salah satu tempat langganan banjir Ibu Kota. Seringnya diterjang banjir, Jati Padang sempat disebut sebagai Kampung Air. Di Kampung Air sendiri terdapat sebuah tanggul yang jebol di sekitar RW 006,  namun kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Anies Baswedan tanggul tersebut diperbaiki kembali. Masyarakat sekitar, menyebut tanggul tersebut dengan ‘Tanggul Baswedan’. Tanggul yang dinamai warga sebagai "Tanggul Baswedan" tersebut jauh lebih kokoh daripada tanggul sebelumnya. Tingginya sekitar 2 meter dari jalan. Tebalnya sekitar 30 sentimeter. Tanggul Baswedan tak terlihat seperti tanggul pada umumnya. Sebab, tanggul itu dicat warna biru dan kuning seperti warna Dinas Sumber Daya Air.