Hikayat Wayang Arjuna (1897)

Naskah ini disebut oleh van Ronkel (1909) dan Sutarga (1972). Di samping itu juga tercatat dalam Howard (1966)). Berikut halaman pertama yang menyebut:

 

Lalakon ing lakon wawayangan, ora lalakon, ora lakon, ora wayang, melainkan ing dalam kun—yang dadi lakon.

Alkisah, maka diceritakan ole pengarang Kampung Pecenongan.

Maka tersebutlah perkatannya Sang Ratu Pandawa ada di dalam negeri Ngamarta akan duduk dihadap dengan segala saudara-saudaranya kelimanya itu, dan Pangeran Dipati Rajuna Suryalaga Kawisatanah. Maka keduanya itu berpangkat pati bupati.