Gpib Paulus Atau Gereja Ayam Menteng, Wisata Sejarah

GPIB Paulus atau Gereja Ayam Menteng terletak di Jalan Taman Sunda Kelapa No.12 RT.6 RW.4, Menteng, Jakarta Pusat. Gereja yang dibangun tahun 1936 ini merupakan hasil karya arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, Jawa Timur, bernama Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels atau F.J.L. Ghijsels dari AIA Bureau bekerja sama dengan Firma Sitzen en Louzada. Pekerjaan fisik bangunan ditangani oleh AIA (Algemeen Ingenieurs en Architecten Bureau) yang didirikan Ghijsels bersama dua orang rekannya Ir. Hein van Essen dan Ir. Stolz. GPIB Paulus dahulu dikenal dengan nama Nassaukerk, sesuai dengan nama jalan tempat gereja didirikan “Nassau Boulevard” yang sekarang menjadi Jalan Imam Bonjol (kerk artinya gereja). Nassaukerk dibangun atas permintaan jemaat wilayah Menteng saat itu sebagai kelengkapan lanskap “kota baru” Menteng dengan ikon Kota Taman. Nama Nassaukerk diganti menjadi Gereja Menteng pada masa pendudukan Jepang, tetapi kebaktian berbahasa Belanda masih diijinkan. Sekitar tahun 1943 pemerintah militer Jepang mulai menangkapi pendeta dan jemaat gereja, aktivitas di gereja ini pun sempat dilarang. Oktober 1944 kebaktian berbahasa Belanda diganti dengan bahasa Melayu. Setelah kemerdekaan, bahasa Belanda diijinkan kembali digunakan dalam kebaktian, tetapi jemaat juga menginginkan adanya khotbah dalam bahasa Indonesia.

Bangunan GPIB Paulus bergaya arsitektur Art Deco dengan komposisi bangunan yang kompak dan fungsional. Atap bangunan utama berbentuk pelana (gable roof) dengan kemiringan curam di atas 45° menyerupai piramida, begitu juga sayap bangunan di sisi kiri dan kanannya. Model atap seperti ini merupakan gaya rumah-rumah Belanda di kawasan Taman pada masa itu. Desain atap dengan ventilasi tinggi serta lubang angin sangat membantu orang-orang Belanda yang merasa cuaca di Indonesia terlalu panas. Gaya art deco juga diperlihatkan oleh jendela, lubang angin (bouvenlicht), atap teritisan dari plat beton, serta profil dekoratif pada kolom dan pilaster. Sinar matahari yang masuk melalui jendela-jendela mosaik pada dinding atas akan menimbulkan cahaya berwarna-warni. Di sudut timur depan bangunan gereja terdapat sebuah menara tinggi dan ramping dengan model atap yang sama. Pada puncak atap terdapat hiasan ayam jago yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin. Di bawah atap terdapat deretan lubang angin yang tersusun rapi dalam dua baris dan masing-masing baris berjumlah empat. Jadi pada setiap dinding menara persis di bawah atap ada delapan lubang angin berbentuk empat persegi panjang. Di bawah lubang angin terdapat empat buah jam yang dipasang di setiap sisi hingga dapat terlihat dari segala arah, dan semuanya masih berfungsi dengan baik sampai saat ini. Denah bangunan utamanya sendiri berbentuk bujur sangkar berkonsep empat penjuru mata angin. Dua bangunan sayap di kiri kanan yang menyatu dengan bangunan utama menjadikannya berdenah empat persegi panjang hingga menyerupai simbol kekristenan yaitu salib. Interior serta warna putih untuk dinding tetap dipertahankan termasuk material kayu yang sudah sering di re-finish.

GPIB Paulus mempunyai peralatan sakramen kuno yang masih digunakan sampai sekarang. Kaki tempat wadah baptisan buatan tahun 1741 dipersembahkan oleh Th. Anthonist, seorang warga pribumi, kepada Gereja Portugis di dalam Kota (kini GPIB Jemaat Sion Jakarta). Terbuat dari perak yang dibuat oleh pengrajin perak J.H. Winter. Kini kaki wadah baptisan yang asli disimpan di GPIB Jemaat Pniel atau Gereja Ayam Pasar Baru, Jakarta.

Perangkat Sakramen Perjamuan Kudus yang terbuat dari perak - merupakan benda antik paling berharga. Pada cawan perjamuan terdapat tulisan "Untuk peringatan akan Gereja baru bagi umat Portugis atau pribumi, dipersembahkan dan dihadiahkan oleh Joannes Camphuijs, lahir di Haarlem, tanggal 18 Juli 1634; dari 11 Januari 1674 sampai 24 September 1691 berjabatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda; telah meninggal pada tanggal 18 Juli 1695 di Batavia." Di atas tulisan tampak lambang Gubernur Jenderal Camphuijs. Sayangnya, cawan tersebut kini telah hilang sejak tahun 2013 akibat pencurian.