Gelindingan, Permainan

Permainan ini adalah satu jenis permainan tradisional di Jakarta. Berasal dari kata "gelinding" mengacu kepada suatu peralatan pokok yang digunakan yakni benda-benda yang berbentuk silendris atau lingkaran. Benda ini berfungsi sebagai roda yang dengan berbagai tehnik bisa digelindingkan, sehingga bisa bergerak menurut kehendak pemain. Permainan ini tidak membutuhkan waktu tertentu.

Peralatan permainan bisa dibuat dari beberapa jenis bahan. Pada zaman dahulu, pohon pepaya banyak digunakan yang cara membuatnya dipotong-potong sepanjang kira-kira 20 cm, sehingga ter-bentuk silinder-silinder yang tengahnya berlobang. Untuk tangkai dan paras, dipakai pelepah daun salak yang dimasukkan ke lobang silinder kemudian dibengkokkan sehingga terbentuklah pegangannya. Dalam perkembangannya, silinder-silinder pohon pepaya itu digantikan lingkaran-lingkaran besi roda sepeda yang tidak perlu lagi diberi pegangan untuk menjalankannya. Tapi digunakan sebatang tongkat untuk mendorong dan disisipkan ke lekukan lingkaran, sementara jalannya roda harus menggunakan prinsip keseimbangan, agar tidak roboh dan tetap bisa menentukan arah, mirip dengan cara menjalankan sepeda roda satu.

Dalam penyelenggaraannya, permainan ini tidak diiringi bunyi atau lagu tertentu. Cara permainannya bersifat tehnis saja yang tujuan pokoknya agar "gelindingan" bisa berjalan dan membuat berbagai macam olah gerak sesuai kemauan pemain.  Tidak perlu ada lagu atau nyanyian maupun iringan lain. Kalaupun ada beberapa aturan permainan biasanya berkaitan dengan imajinasi yang dikaitkan dengan “glindingan” yang bersangkutan bila sudah dimainkan secara berkelompok.  Misalnya balapan cepat, serempetan (yang terguling yang kalah) atau membuat olah-olah gerak tertentu (yang gagal kalah) dan sebagainya.