Gedung Perpustakaan Nasional, Bangunan Umum

Induk organisasi atau sistem perpustakaan di seluruh negeri dan menjadi tempat penyimpanan (deposit) setiap terbitan yang dicetak di negeri itu, seperti halnya di kebanyakan negara, termasuk di Indonesia. Kedudukannya sebagai perpustakaan deposit biasanya diperkuat dengan undang-undang yang mewajibkan semua penerbit di seluruh negeri mengirimkan sedikitnya satu eksemplar dari karya cetaknya. Dalam perkembangannya semakin banyak perpustakaan nasional yang secara berkala menerbitkan Bibliografi Nasional, daftar terbitan buku yang baru diterimanya atau berhasil dihimpunnya.

Perpustakaan nasional biasanya juga berfungsi sebagai perpustakaan rujukan (referensi), tempat perpustakaan lain memperoleh informasi mengenai bahan pustaka yang diperlukan para anggotanya. Sebagai perpustakaan penelitian, perpustakaan nasional juga membantu para peneliti untuk memperoleh informasi serupa.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia: Perpustakaan ini berpusat di Jakarta dan bertugas mengembangkan dan membina semua perpustakaan di seluruh Indonesia, baik milik negara yang ada di instansi atau lembaga pemerintah maupun milik swasta. Tujuannya, melestarikan bahan pustaka dan memberikan pelayanan informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Selain itu, Perpustakaan Nasional juga bertugas (1) Mengumpulkan, menyimpan dan mengolah bahan pustaka dari dalam dan luar negeri, (2) Merawat dan melestarikan bahan pustaka, (3) Menyusun bibliografi nasional dan katalog induk nasional, (4) Menyusun bahan rujukan berupa indeks, bibliografi subjek, dan abstrak, (5) Memberikan berbagai jasa perpustakaan.

Perpustakaan Nasional RI merupakan perpaduan dari Perpustakaan Nasional berstruktur lama yang berdiri sejak tahun 1980 dan Pusat Pembinaan Perpustakaan yang antara lain membawahi Perpustakaan Wilayah yang ada di ibu kota propinsi. Sebelum dikeluarkan SK presiden, kedua lembaga itu berada di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Perpustakaan Wilayah DKI Jakarta: Koleksinya meliputi berbagai bidang ilmu pengetahuan. Didirikan tahun 1958 sebagai unit pelaksana teknis Pusat Pembinaan Perpustakaan. Selain memberikan jasa kepustakaan kepada masyarakat, Perpustakaan Wilayah DKI, seperti juga perpustakaan serupa yang ada di ibu kota propinsi lain merupakan perpustakan deposit dan rujukan daerah.

Seluruh koleksi perpustakaan itu dipindahkan ke gedungnya yang baru di Jl. Salemba Raya 28A, Jakarta, yang diresmikan Presiden Soeharto tanggal 11 Maret 1989. Gedung itu terdiri atas bangunan kuno yang selesai dipugar tahun 1986 dan bangunan baru yang selesai dibangun tahun 1988. Pemugaran dan pembangunan itu diprakarsai Ibu Negara Tien Soeharto dengan dana dari Yayasan Harapan Kita yang dipimpinnya. Seluruh kompleks Perpustakaan Nasional ini dihibahkan oleh Ibu Negara kepada pemerintah pada saat peresmian gedung oleh Presiden Soeharto.

Koleksi yang terhimpun di gedung baru pada saat integrasi keempat perpustakaan itu berjumlah sekitar 780.000 bahan pustaka, termasuk monografi, majalah, surat kabar, peta, buku dan non buku dalam segala bidang ilmu pengetahuan. Bagian yang terbesar berasal dari Perpustakaan Museum Nasional, termasuk terbitan dari dan mengenai Indonesia sejak abad ke-16 seperti buku, majalah, surat kabar, peta dan lukisan. Salah satu bagiannya yang penting adalah koleksi 7.300 naskah asli Indonesia yang ditulis tangan dalam berbagai aksara seperti Arab, Bali, Batak, Bugis, Jawa, Makasar dan Rencong (dari Lampung). Naskah-naskah itu menggunakan bahan-bahan seperti bambu, dluwang (kertas khas buatan penduduk Jawa), kertas, kulit kayu dan lontar.