GEDUNG PANCASILA, DEPARTEMEN LUAR NEGERI

Gedung ini terletak di JI. Pejambon No. 6, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat 10410. Kawasan ini dulunya merupakan bagian dari lahan pertanian milik keluarga Anthony ChasteIijn yang ditanami tebu dan padi untuk keperluan VOC Belanda. Seiring perkembangannya, kemudian didirikan penggilingan gula tebu. Pada akhir abad ke-18 Iingkungan di sekitar Pejambon dinamakan Hertogpark atau Taman Bangsawan.

 

Bangunan gedung Raad van Indie dibangun tahun 1830 dengan gaya arsitektur perpanduan antara Klasisisme, Empire dan Doric. Perancangnya adalah  Ir. J. Tromp mendesain bangunan tersebut dan sering digunakan untuk acara pertemuan karena kawasan di sekitarnya saat itu memiliki udara yang cukup nyaman dan sejuk.

Gedung ini sekilas mirip dengan bangunan Istana merdeka namun ukurannya lebih kecil.

 

Pada awal abad ke-20, gedung ini menjadi kediaman Panglima tertinggi pemerintahan Hindia Belanda sebelum pindah ke Bandung (1914-1917).Gedung ini kemudian digunakan sebagai tempat pertemuan Volksraad (dewan rakyat pada masa pemerintahan Hindia Belanda). Pada tahun 1945 gedung ini menjadi tempat pertemuan dan sidang BPUPKI (Badan Persiapan Umum Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan menjadi lokasi dimana Bung Karno pertama kali menyampaikan gagasannya tentang konsep Pancasila. Hal inilah yang kemudian membuat gedung ini dinamakan sebagai Gedung Pancasila.

 

Pada tahun 1945-1949 gedung ini difungsikan sebagai gedung Komite Indonesia Serikat untuk bersidang. Gedung ini akhirnya digunakan oleh Departemen Luar Negeri RI pada tahun 1956 hingga saat ini.