Gedung Kediaman Alm. Brigjen Sutoyo, Benda Cagar Budaya

Rumah kediaman salah satu Pahlawan Revolusi, Mayor Jenderal (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo ini terletak di Jl. Sumenep No. 17 Menteng, Jakarta Pusat. Rumah ini dibangun sekitar tahun 1930-an dengan model arsitektur gaya Indische dan dulunya merupakan rumah tinggal pejabat perusahaan swasta Belanda dan Eropa. Pada tahun 1950-an rumah ini dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara dan kemudian baru ditempati oleh Sutoyo selaku salah satu perwira tinggi TNI AD.

Rumah ini menjadi saksi bisu dari penculikan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo yang kala itu menjabat sebagai Inspektur Kehakiman / Oditur Jenderal Angkatan Darat pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965 saat berlangsungnya pemberontakan G30S/PKI. Dalam peristiwa tersebut, sekelompok pasukan Tjakrabirawa berhasil masuk ke dalam rumah dan membawa paksa Sutoyo yang masih mengenakan pakaian tidur ke dalam truk dan kemudian membunuhnya secara keji di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Pemerintah DKI Jakarta memasukkan rumah Sutoyo sebagai cagar budaya golongan B. Bagian luar bangunan tidak boleh diutak-atik. Tata ruang boleh diubah asal tak mengubah struktur bangunan. Penambahan bangunan diper­bolehkan. Rumah yang didiami keluarga Sutoyo tergolong sederhana di­bandingkan rumah di kanan dan kiri­nya yang rata-rata berlantai dua dengan arsitektur modern. Rumah yang berdiri di atas lahan 400 meter persegi hanya berlantai satu.

Rumah Sutoyo yang sudah direnovasi ini mempunyai gerbang masuk di sebelah kanan dengan lebar tiga meter. Pintu gerbang dari besi warna putih setinggi satu meter dengan ujung runcing itu dalam keadaan tertutup. Dilihat dari modelnya, bentuk gerbang model lawas. Hanya catnya telah diperbarui.

Di samping kanan pintu masuk terdapat tiang stinggi 1,5 meter warna putih. Di tiang ini dipasangi angka “17” berukuran kecil dari bahan kuningan sebagai penanda nomor rumah. Di samping kiri pintu masuk dibangun pagar setinggi 1,5 meter dengan panjang 10 meter. Pagar tidak terlihat karena ditutupi dengan tanaman yang menutup seluruh pagar. Di belakang pintu masuk ter­dapat carport yang hanya mampu memuat satu mobil. Kondisinya kosong. Di atas carport dipasang ka­nopi dari genteng untuk menjaga kendaraan dari sengatan matahari dan guyuran air hujan. Di samping kiri carport terdapat halaman yang penuh dengan pe­pohonan yang rindang sehingga membuat rumah terlihat asri dan adem. Salah satu pohon yang tumbuh di sini adah pohon Kamboja.

Masuk lebih dalam terdapat garasi mobil dalam keadaan ter­tutup. Di sebelah kanan garasi terdapat pintu masuk ke dalam rumah.

 

No. Urut SK.475/1993       : 32

Nama Bangunan               : Gedung Kediaman Alm. Brigjen Sutoyo

Nama Lama                      : Rumah Kediaman Pejabat Maskapai Belanda / Eropa

Lokasi                              : Jalan Sumenep No.18, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta 10310

Pemilik                             : Keluarga Almarhum Brigjen Sutoyo

Tahun dibangun                : Sekitar 1930

Arsitek                             : -

Gaya Arsitektur                 : Modernism

 

Keterangan :

Dibangun pada saat pengembangan wilayah Menteng dan Gondangdi. Rumah tersebut semula diperuntukkan bagi pejabat Maskapai Belanda/Eropa. Pada tahun 1950-1n dikelola oleh Dinas Perumahan Tentara. Kemudian dihuni oleh Brigjen Sutoyo. Rumah ini menjadi tempat bersejarah yang dikenal dengan pemberontakan G.30.S.PKI.