Gedung Departemen Keuangan, Benda Cagar Budaya

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya, Kementerian Keuangan masih mempertahankan pemanfaatan bangunan cagar budaya untuk menunjang pelaksanaan tugas dan fungsinya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan keberadaan bangunan peninggalan Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda tersebut.  

Nama Julukannya dahului “Witte huis” (Gedung Putih) sering disebut juga Groote Huis (Gedung Besar) merupakan gedung yang menjadi saksi bisu sejarah bangsa ini sejak kebangkrutan VOC, masa kolonial Belanda, masa pendudukan Inggris, jaman Jepang dan bahkan sesudah kemerdekaan hingga kini.

Pada masa penjajahan Belanda gedung ini dikenal juga dengan nama “Paleis Te Weltevreden” (istana Weltevreden). Weltevreden yang berarti “benar-benar puas” adalah area yang digunakan sebagai pusat pemerintahan dan militer dimana cakupannya terdiri dari Gambir dan Lapangan Banteng sekarang. Batasnya sebelah utara Postweg dan Schoolweg (kini jalan Pos dan Jalan Dr. Sutomo di Pasar Baru), sebelah timur de Grote Zuidenweg (Gunung Sahari-Pasar Senen), dan selatan Kramat Raya sampai Parapatan. Saat ini Paleis Te Weltevreden lebih dikenal dengan nama Gedung Induk Departemen Keuangan (pada 2008 diganti menggunakan nama gedung A.A. Maramis I), beralamat resmi Jalan Lapangan Banteng Timur NO.2-4 Jakarta Pusat 10710. Gedung ini menampilkan bentuk arsitektur Doric pada tiang-tiang dan pilar lantai dasar dan Lantai II sementara tiang dan pilar di lantai III menggunakan gaya Ionic.

Gedung monumental tersebut  pembangunannya dimulai pada 7 Maret 1809 atas prakarsa Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels, untuk memindahkan istana Batavia yang mulai kumuh di muara Sungai Ciliwung ke wilayah pusat ibu kota baru Weltevreden.

Bangunan ini semula dirancang sebagai pendamping istana Gubernur Jenderal di kota Bogor (Buitenzorg Paleis) oleh seorang arsitek Ir. Letkol JC. Schultze. Pada tahun 1828 bangunan ini diresmikan oleh Komisaris Jenderal  L.P.J Du Bus de Ghisignies, namun karena keterbatasan biaya bangunan tidak dipergunakan sebagai istana tetapi sebagai kantor besar urusan keuangan Negara dan instansi pemerintah penting lainnya.

Kompleks Istana Putih menjadi salah satu tempat paling menarik untuk bersantai dan berpesta pada abad ke-19. Di gedung sayap kiri berdiri kelab Concordia. Opera-opera macam Othello atau Verdi kerap dipentaskan.

Sejak tahun 1828 sampai 1942 dan berlanjut di jaman kekuasaan Jepang di Indonesia antara tahun 1942-1945 serta jaman NICA tahun 1945-1949, akhirnya gedung tersebut diserahkan kepada Negara Republik Indonesia di tahun 1950, dan dilanjutkan pemanfaatannya sebagai kantor Kementerian Keuangan RI dengan Menteri Keuangan pertamanya yaitu A.A. Maramis.

Keterkaitan gedung tersebut dengan berbagai tokoh dan persitiwa dalam kurun waktu 200 tahun, baik secara fisik maupun semantik, menjadikan bangunan tersebut penting dari segi sejarah, kebudayaan dan ilmu pengetahuan nasional. Oleh karena itu, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, maka Gedung A.A. Maramis dimasukkan kedalam Cagar Budaya yang wajib dilindungi, dipelihara, dan dimanfaatkan. Hal ini juga sejalan dengan rekomendasi UNESCO mengenai bangunan dan lingkungan cadar budaya secara mendasar yaitu “Saving the Past for the Future and Give a Future to the Past.”

 

NO. Urut SK 475/1993      : 55

Nama Bangunan              : Gedung Departemen Keuangan

Nama Lama                     : Het Groote Huis, Het Wittle Huis

Lokasi                             : Jalan Lapangan Banteng Timur No.2, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar Jakarta No.2

Pemilik                            : Departemen Keuangan

Tahun dibangun               : 7 Maret 1809

Arsitek                            : Ir. Letkol J.C. Schultze

Gaya Arsitektur                : Empire, Neo Reinessance

 

Keterangan   :

Dibangun sebagai istana di pusat ibukota baru Weltevreden. Bahan bangunan diambil dari Kasteel Batavia yang dirobohkan tahun 1809. Baru tahun  1826-1828 bangunan itu diselesaikan oleh Ir. Tromp atas perintah Gubernur Jendral Du Bus de Ghisignies. Ketika selesai gedung tersebut bagian bawahnya dipakai Kantor Pos dan Percetakan Negara dan bagian lainnya oleh Pengadilan Tinggi. Sekarang gedung ini menjadi bagian dari Departemen Keuangan.