GEDUNG BANK INDONESIA (BI)

Dibangun pada tahun 1909 dan dirancang oleh Arsitek Hulsurt dan Cuypers. Terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3 yang menempati satu blok. Bangunan ini bergaya khas klasik simetris dengan muka utama dan dua sayap yang mengapit. Arsitektur bangunan mendekati prinsip-prinsip klasik modern. Elemen fenestasi yang didominasi oleh modul vertikal, membuat semua bangunan-bangunan lama di kawasan Jakarta terjalin dalam satu skenario fasade.

Bank Indonesia berasal dari NV. De lavasche Bank, sebuah bank swasta Belanda yang mendapat hak octuvi untuk bertindak sebagai bank sentral dan disirkulasi di Hindia Belanda (tahun 1928). Dengan UU Pokok Bank Indonesia yang mulai berlaku 1 Juli 1953, NV. De Javasche Bank diganti dengan "Bank Indonesia" dan seluruh saham-sahamnya menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia.

Kemudian juga dibangun gedung Bank Indonesia terletak di Jl. MH. Thamrin No. 2 Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat 10350. Masyarakat mengenalnya sebagai kantor pusat Bank Indonesia. Gedung ini dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, yakni Frederich Silaban yang dikenal turut merancang sejumlah bangunan ikonik di Jakarta seperti Masjid Istiqlal dan tugu Monas. Gaya arsitektur gedung Bank Indonesia adalah International style dan proses pembangunannya berlangsung selama empat tahun (1958-1962).

 

Pada tahun 1990-an dibangun gedung bertingkat baru yang lebih modern dan lokasinya terletak di belakang gedung Bank Indonesia lama untuk mendukung operasional kerja Bank Indonesia. Pada bulan Desember 1997 gedung baru Bank Indonesia yang bertingkat tersebut sempat mengalami insiden kebakaran namun sudah diperbaiki. Saat ini bangunan Gedung Bank Indonesia lama masih dalam kondisi asli dan terawat dengan baik.