Festival Dalang Bocah Dan Dalang Muda 2018

Festival Dalang Cilik dan Dalang Muda 2018, merupakan agenda tetap Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) sejak tahun 2008, yang didukung oleh TMII dan Kementerian/Lembaga serta stake holder. Digelar dalam rangkaian perayaan 1 Muharram 1440 Hijriah, di Candi Bentar dan panggung Putro Pandowo TMII, Jakarta, pada 20 hingga 23 September 2018.

Terdiri dari pergelaran berbagai ragam wayang antara lain, wayang kulit Purwa (gagak Surakarta, Yogyakarta), wayang kulit Jawatimuran, wayang kulit Banyumasan, wayang kulit Cirebonan, wayang kulit Betawi, wayang Golek Purwa, wayang Golek Cepak, wayang kulit Indramayu dan wayang Banjar.

Festival yang di hadiri oleh Deputi VI Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo ini, bertujuan untuk merangsang generasi muda belajar mendalang dalam upaya pelestarian budaya tradisi. Kemudian untuk menumbuhkan bibit-bibit generasi penerus dalang di masa depan. Termasuk juga menjadi sarana sosialisasi sejak usia dini kepada anak-anak tentang seni tradisi wayang. Pada kesempatan ini Eko juga berharap, seni pewayangan bisa masuk kurikulum sekolah sehingga anak-anak bisa lebih mengenal budaya bangsa. Agar nilai-nilai dalam wayang ikut andil dalam membentuk karakter bangsa sehingga generasi muda bisa menjadi manusia seutuhnya,

Festival ini diikuti 59 peserta, terbagi dari 30 dalang muda dan 29 dalang cilik berprestasi. Untuk kriteria dalang cilik adalah dalang-dalang yang sedang mengenyam pendidikan di tingkat SD, SMP yakni usia antara 8-12 tahun (kelompok A), dan usia 13-15 tahun (kelompok B). Sedangkan kriteria dalang muda yakni kelas 1 SMA-mahasiswa, antara usia 17-20 tahun (kelompok A) dan usia 21-30 tahun (kelompok B).