Festival Bebas Batas 2018, Festival

Festival Bebas batas adalah Program Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengacu kepada Undang-Undang no. 8/2016 tentang persamaan hak penyandang disabilitas untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga Negara lain. Di laksanakan pada tanggal 12 – 29 Oktober 2018, di Galeri Nasional Indonesia.

Kegiatan ini meliputi gelaran beberapa  bentuk kegiatan yang berkaitan dengan karya Seni Rupa, antara lain: Lokakarya melukis bersama yang di gelar pada 13 Oktober 2018, yang ikut di pamerkan dari hasil observasi dan melukis bersama di sejumlah Rumah Sakit Jiwa di Lima Kota, yaitu Jakarta, Solo, Lawang, Denpasar dan Lampung. Pameran ini menjadi bagian dari pra sekaligus sosialisasi menuju Festival Bebas Batas 2018 yang di selenggarakan di sekitar Asian Games dan Asian Para Games pada 30 Agustus – 4 Oktober 2018 di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dan Halte Busway Harmoni.

Kemudian, pementasan Seni Pertunjukan Musik dan Film yang di gelar pada 12 – 14 Oktober 2018 di Galeri Nasional Indonesi, dan gelaran ruang diskusi yang mengangkat tema “ Seni dan Disabilitas/Difabel” yang di selenggarakan pada 15 Oktober 2018 di tempat yang sama. Sedangkan,  arena komunitas dan panggung terbuka memeriahkan festival ini dengan tema”Sama Bisa Bisa Sama” yang bertempat di Pedestrian depan IFI Jl. Thamrin saat Car Free Day. Seluruh kegiatan ini mendapatkan pendampingan dari Jun Kitazawa dan Hana madness.

 Selain itu, turut di pamerkan: 35 karya seniman Difabel yang di dapat melalui mekanisme pendaftaran terbuka kemudian masuk saringan kurator Galeri Nasional Indonesia, serta 10 karya terbaik dari peserta undangan dalam dan luar negeri, di antaranya adalah Koleksi Borderless Art Museum No-Ma Jepang, Hasil Workshop Indonesia-Spanyol, Proyek Seni Institut Francais d’Indonesia, Proyek Seni British Council dan karya-karya terbaik dari 5 Rumah Sakit Jiwa di Indonesia.

Festival Bebas Batas ini, berhasil memberikan ruang edukasi kepada publik bahwa para Difabel memiliki peranan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memberikan ruang untuk berkarya dan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap Karya Seniman Difabel, serta mendorong karya seniman Difabel menjadi bagian penting dalam dunia Seni Indonesia.