Es Selendang Mayang, Kuliner

Es selendang mayang adalah minuman semacam es campur khas Betawi yang berisi potongan-potongan kue, santan, gula merah, dan es batu. Nama selendang menurut Pak Tinggul, pedagang es selendang mayang di daerah Palmerah, berasal dari kombinasi warna hijau, putih, dan merah pada kue yang tampak cantik seperti selendang penari. Sedangkan kata “mayang” mengacu pada tekstur kue yang kenyal dan manis. Saat ini masih ada pedagang yang mempertahankan warna-warni kue tersebut, tetapi ada juga yang hanya diberi warna hijau menggunakan pewarna alami dari daun suji.

Es selendang mayang melambangkan kehangatan dan kemeriahan. Warna-warni kue maupun santan dan gula/sirup sebagai pemanis menjadi gambaran dari warna-warni dalam kehidupan manusia serta simbol karakteristik orang Betawi itu sendiri. Misalnya merah yang menjadi simbol kedinamisan, hijau melambangkan harmoni, dan putih menggambarkan sifat religius yang menjadi keseharian masyarakat Betawi. Meski kue selendang mayang saat ini ada yang hanya satu warna (hijau) tetapi dalam kesatuan saat dihidangkan tetap saja ada beberapa warna, yaitu putih dari santan dan merah dari sirup/gula.

Es selendang mayang biasa disajikan saat ada hajatan seperti pesta pernikahan, ulang tahun, lebaran, atau sebagai menu berbuka puasa. Minuman ini sangat menyegarkan bila disantap di siang hari, dan cukup mengenyangkan karena potongan kue sebagai campurannya berbahan dasar tepung beras atau tepung sagu aren. Namun saat ini sebagian pedagang mengganti bahan dasar pembuatan kuenya dengan tepung hunkwe karena dianggap lebih praktis, mudah dan efisien. Tradisinya kue yang menjadi bahan utama minuman ini saat proses pembuatannya dituang ke dalam loyang besar atau tampah. Ketika diracik untuk disajikan, kue dipotong-potong tipis dan lebar menggunakan bilah bambu tipis. Minuman yang dikenal juga dengan nama Bendrong dan Obyoh ini masih dapat ditemukan antara lain di daerah Kota Tua, Petak Sembilan, dan Palmerah.

Bahan Selendang Mayang:

  1. 100 gram tepung sagu aren
  2. 25 gram tepung beras
  3. 125 gram gula pasir
  4. 2 lembar daun pandan, simpulkan
  5. 750 cc air
  6. Garam secukupnya
  7. Daun suji secukupnya, tumbuk, peras airnya sambil disaring
  8. Pewarna kue warna merah secukupnya

Cara membuat:

  1. 250 cc air dicampur dengan tepung sagu aren dan tepung beras, aduk rata, sisihkan.
  2. Didihkan sisa air bersama daun pandan, garam, dan gula pasir hingga larut. Angkat dan saring.
  3. Jerang kembali campuran air dan daun pandan di atas api kecil. Masukkan campuran tepung sagu aren dan tepung beras, aduk cepat agar tercampur rata, didihkan, angkat. Bagi menjadi 3 bagian, untuk diberi warna merah dan hijau.
  4. Tuang ke dalam loyang sebagian demi sebagian sesuai warna. Biarkan dingin dan agak mengeras.

Bahan Kuah Santan:

  1. 750 cc santan dari 1 butir kelapa
  2. Garam secukupnya
  3. 3 lembar daun pandan, iris-iris agak lebar

Cara membuat:

  1. Didihkan semua bahan sambil diaduk agar santan tidak pecah.

Bahan Air Gula:

  1. 300 gram gula merah, sisir halus
  2. 300 cc air

Cara membuat saus gula:

  1. Didihkan air dan gula merah  hingga kental. Angkat dan saring sebelum disajikan.

Cara menyajikan:

  1. Ambil mangkuk atau gelas, iris tipis-tipis kue selendang mayang, letakkan dalam wadah secukupnya. Siram dengan kuah santan dan air gula. Beri es batu agar lebih segar.