EMPAT SEKAWAN

Salah satu kelompok musik yang dibentuk Ismail Marzuki di bawah naungan RRI Jakarta. Personel inti memang hanya empat orang, yaitu Saleh Soewita (gitar), Ishak (contra-bass), Jachja (biola), dan Ariston da Cruz (piano; pemusik asal Filipina yang berganti nama menjadi Arief Effendi). Contra-bass kadang-kadang dipegang oleh Sarom. Ismail sendiri bertindak sebagai pemimpin sekaligus pengaransemen musik orkes itu. Grup ini dibentuk sesaat setelah proklamasi kemerdekaan, yang ditujukan untuk menurunkan suhu politik yang makin panas dan setiap saat bisa meletus menjadi pertempuran terbuka. Jam main yang diberikan oleh pihak RRI Jakarta kepada orkes Empat Sekawan sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jam siaran mereka dua kali dalam satu pekan, biasanya setiap hari Selasa dan Rabu siang. Pada 1946, hari dan jam main Empat Sekawan tidak menentu, kadang-kadang hari Senin, Selasa, atau Rabu. Umumnya orkes ini bermain sekitar 45 menit, dan tiga kali siaran dalam satu hari; siang pukul 13.15, sore pukul 17.15, dan malam pukul 20.00. Acara musik Empat Sekawan di RRI Programa Jakarta diberi tajuk Hiboeran Pahlawan, Hiboeran Oentoek Tentara Angkatan Laoet dan Oedara RI, Hieboeran Malam Minggu, Hiboeran Petang, Penawar Rindoe, dan Alam Ria Indonesia. Selain secara berkala mengisi acara musik di studio radio, Empat Sekawan juga menyempatkan diri turun langsung ke pelbagai front. Mereka menghibur para pejuang dan masyarakat setempat yang menyukai lagu perjuangan, khususnya lagu-lagu yang diciptakan oleh personel orkes kuartet itu, termasuk Ismail Marzuki.