DUDUK DI AMBANG PINTU, PANTANGAN

Duduk di ambang pintu merupakan salah satu pantangan dalam masyarakat Betawi. Duduk di ambang pintu larangan bagi anak-anak, khususnya anak perempuan. Jika anak perempuan duduk di ambang pintu, ”nanti dilamar urung” yang artinya jika ada yang ingin melamar atau meminang selalu gagal atau tidak jadi. Jika anak laki-laki yang duduk di ambang pintu, kelak anak laki-laki tersebut sukar mendapatkan jodoh.

Bentuk rumah orang Betawi jaman dulu di bagian bawah pintu dipasangkan balok. Orang Betawi menyebutnya dengan pelintangan pintu. Larangan duduk di ambang pintu sebetulnya memiliki tujuan  yang baik, agar lalu lintas atau orang yang ingin keluar masuk rumah menjadi tidak sulit.