DISKUSI "SUSTAINING TRANSIT INVESTMENT IN ASIAN CITIES" 2019, PERISTIWA

Pemprov DKI Jakarta menggelar diskusi bertema "Sustaining Transit Investment in Asian Cities" yang diadakan di Balai Kota Jakarta pada hari Senin, tanggal 15 April 2019. Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa sejak tahun 2005, masyarakat Indonesia lebih banyak tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pada 2050, lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di kota. Karena itu, rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya. Pembangunan fasilitas transportasi umum massal melalui BRT, MRT, maupun LRT tengah dilakukan dan masih membutuhkan investasi hingga mencapai target penyelesaian 10 tahun ke depan.

Pada 2030 Jakarta diprediksi akan melampaui Tokyo sebagai megacity terbesar di dunia dengan perkiraan 35,6 juta penduduk (Euromonitor International). Mengelola perpindahan warga akan jadi masalah besar, karena saat ini hanya 33% penduduk Jakarta yang menggunakan transportasi umum. Kondisi tersebut harus segera diatasi dengan penyediaan infrastruktur transportasi umum Jakarta yang terintegrasi dan terkoneksi di seluruh wilayah ibu kota.

Pembangunan fasilitas transportasi umum massal melalui BRT, MRT, maupun LRT tengah dilakukan dan masih membutuhkan investasi hingga mencapai target penyelesaian 10 tahun ke depan. Gubernur Anies Baswedan mengutarakan ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia karena ingin mengadatapsinya, bukan sekadar mengadopsinya.