Dim Sum, Kuliner

Dim sum adalah sebutan dalam bahasa Kanton untuk dianxin (点心 hanyu pinyin) yang merupakan penggalan dari yi dian xin yi (一点心意).  Secara harafiah kata dianxin bermakna sedikit dari hati atau menyentuh hatimu, sedangkan yi dian xin yi artinya sedikit tanda mata. Namun istilah dim sum kemudian digunakan untuk menyebut camilan ringan atau makanan kecil. Dim sum berasal dari negeri tirai bambu yang kemudian menyebar ke Hongkong dan menjadi sangat populer di seluruh dunia termasuk Indonesia, khususnya Jakarta. Salah satu varian dim sum yakni siomay bahkan menjadi salah satu jajanan tersendiri yang populer hingga kelas kaki lima. Jenis jajanan ini biasanya ditawarkan bersama bahan lain yang sangat familiar di masyarakat seperti pare, kol, dan tahu. Bumbu siram yang digunakan jauh berbeda dengan dim sum, yaitu berupa kacang tanah goreng tumbuk halus dipadu dengan cabai, kecap, saos, dan perasan jeruk limo.

Di negeri asalnya, dim sum merupakan makanan khas wilayah Cina Selatan, tepatnya Kanton. Penyajian dim sum berkaitan dengan tradisi minum teh atau yum cha. Tradisi yum cha sudah dimulai sejak berlangsungnya kegiatan perdagangan dengan jalan darat di masa pemerintahan Dinasti Han (206SM – 220M) hingga Dinasti Yuan (abad XIV M) yang dikenal sebagai Jalur Sutera (the silk road). Para pedagang dan penduduk setempat sering singgah di kedai-kedai teh untuk beristirahat dan melakukan transaksi dagang. Kedai teh biasanya hanya menyajikan teh karena di masa itu menurut tata cara tradisonal menyajikan makanan saat minum teh dianggap kurang pantas. Setelah diketahui bahwa teh diketahui memiliki khasiat bagi kesehatan, para pemilik kedai kemudian menyajikan makanan ringan sebagai teman minum teh. Makanannya dibuat dalam porsi kecil agar tak terlalu mengenyangkan, serta diberi tampilan cantik dan menarik agar sesuai dengan pengertian dim sum sebagai sesuatu yang “menyentuh hati”.

Pada perkembangannya dim sum kemudian menjadi sajian wajib saat menikmati teh pagi  menjelang siang. Di kalangan masyarakat Kanton aneka dim sum disajikan saat keluarga berkumpul, dan tradisi tersebut masih dipertahankan hingga kini. Awalnya dim sum hanya dimasak dengan cara kukus dan disajikan dalam “kelakat” (kukusan berbentuk bulat yang terbuat dari bambu), tetapi seiring popularitas dilakukan berbagai inovasi mengembangkan varian dim sum termasuk cara memasaknya. Saat ini dim sum tidak hanya dimatangkan dengan cara kukus, tetapi juga goreng, panggang, berkuah, atau menggunakan teknik khusus “digoreng dalam air”. Variasi dan cita rasa dim sum sangat dipengaruhi oleh adat serta budaya setempat. Cina bagian selatan lebih banyak membuat dim sum bercita rasa manis karena lebih banyak disajikan sebagai hidangan selingan. Cina bagian utara lebih banyak membuat dim sum bercita rasa asin, karena selain menjadi hidangan selingan juga disajikan sebagai hidangan utama. Dim sum asin dapat dihidangkan sebagai menu pembuka, utama, ataupun hidangan penutup pada suatu jamuan makan besar, sedangkan dim sum manis biasanya hanya sebagai hidangan penutup/pencuci mulut saja.

Ha Kau

Bahan isi:

  1. 350 gram udang, kupas bersih, cincang kasar
  2. 50 gram bengkuang, cincang halus
  3. 1 sendok teh kecap asin
  4. 1 sendok teh kecap ikan
  5. 1 sendok teh minyak wijen
  6. 1 sendok makan pengganti ang ciu (campuran 1:1:1, minyak wijen, jeruk lemon, kecap asin)
  7. 1 sendok teh gula pasir
  8. ½ sendok teh kaldu instan bubuk rasa ayam, bila suka
  9. 1 butir telur, kocok lepas
  10. 3 sendok makan tepung maizena

Bahan kulit:

  1. 150 gram tepung tang mien
  2. 30 gram tepung kanji
  3. 300 ml air mendidih
  4. 3 sendok makan minyak goreng

Cara membuat:

  1. Isi: campur semua bahan, aduk hingga rata, simpan dalam lemari es hingga saat akan digunakan
  2. Kulit: campur tepung tang mien dan tepung kanji, buat lubang di tengahnya. Tuang air mendidih dan minyak ke dalam lubang sambil diaduk cepat dengan sendok kayu. Bulatkan dan tutup dengan plastik, diamkan selama 15 menit. Uleni adonan kemudian gulung berbentuk silinder panjang. Potong menjadi 20 bagian. Gilas setiap bagian hingga berbentuk bundar pipih berdiameter ± 8 cm.
  3. Bentuk setiap bulatan menjadi seperti mangkuk, isi dengan 1 sendok teh adonan isi, lipat menjadi dua. Rekatkan tepinya sambil ditekan-tekan hingga tertutup rapat. Lakukan sampai adonan habis.
  4. Siapkan loyang, oles permukaannya dengan minyak. Tata ha kau di atasnya, kukus selama 10 menit dalam dandang yang airnya sudah mendidih. Hidangkan hangat dengan saus sambal.

Saus sambal

Bahan:

  1. 10 buah cabai merah
  2. 5 siung bawang putih
  3. 1 sendok teh garam
  4. 5 sendok makan saus tomat, siap pakai
  5. 1 sendok makan cuka
  6. 3 sendok makan gula pasir, atau sesuai selera
  7. 300 ml air

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan dan haluskan dengan blender
  2. Masak di atas api kecil hingga kental. Angkat.

Lumpia Salad Udang

Bahan:

  1. 250 gram udang kupas, cincang kasar, tumis dengan 1 sendok makan margarine
  2. 3 sendok makan mayonese atau saus salad thousand island
  3. 1 sendok makan gula pasir
  4. 100 gram nanas, potong dadu
  5. 100 gram jagung manis pipil, rebus, tiriskan
  6. 15 lembar kulit lumpia, siap pakai
  7. 1 butir putih telur untuk perekat
  8. 500 ml minyak untuk menggoreng

Cara membuat:

  1. Campur udang, mayonese, dan gula pasir, aduk rata.
  2. Tambahkan nanas dan jagung manis, aduk kembali sampai rata.
  3. Ambil selembar kulit lumpia, beri 1 sendok makan isian di atasnya, gulung rapi, rekatkan ujungnya dengan putih telur.
  4. Panaskan minyak, goreng lumpia di atas api sedang hingga kuning kecokelatan. Sajikan hangat dengan saus mayonese.

Saus mayonese

Bahan:

  1. 100 gram mayonese siap pakai
  2. ½ sendok teh merica hitam bubuk
  3. 2 sendok makan susu kental manis
  4. 3 sendok sambal botol (bisa diganti saus tomat jika tidak suka pedas)

Cara membuat:

  1. Campur dan aduk rata semua bahan, sajikan.