Cicir Putih, Warisan Budaya Tak Benda

Cici putri adalah permainan anak-anak yang dapat dimainkan oleh sekitar 3-5 anak. Posisi memainkannya adalah sambil duduk dilantai, biasanya dilakukan dilantai beranda depan rumah (bale). Kelebihan permainan ini jika dimainlan dapat menstimulasi 7 kecerdasan jamak. Cara memainkannya, seluruh pemain duduk melingkar sambil menydorkan tangan kanan yang diletakkan di lantai. Permainan diarahkan oleh pemimpin permainan yang menyanyikan lagu bersama seluruh pemain lainnya, sambil mennunjuk tangan pemain satu persatu sampai lagu berakhir. Saat lagu yang dinyanyikan pemmpin permainan habis/berhenti pada salah satu jari/tangan peserta, maka peserta itu yang akan menjawab ketika ditanyakan mau kembang apa? Setelah menjawab ( dengan nama salah satu bunga, misalnya kembang duren), maka pemimpinn permainan merespon demgan kata-kata, “pulang-pulang lakinya keren” ( menyebutkan dengan kata sifat yang positif dengan akhiran bunyi yang sama dengan nama bunga yang disebut pemain).

Pemain diteruskan sampe seluruh pemain mendapat giliran, setelah semua mendapat giliran, pemimppin permainanan, akan bertanya satu persatu kepada peserta: (T) Ini pintu apa? (J) pintu kayu , (T) kuncinyna kemana ? (J) kecebur ( tenggelam ), (T) kecebur dimana? (J) dikali (Sungai), (T)Bisa dibuka apa ngga (tidak )? (J) bisa, setelah dijawab “bisa”,  pemimpin  akan menarik tangan peserta secara mudah yang disilangkan di depan dada ke pundaknya. Namun untuk tangan yang satunya berbeda, (T) ini pintu apa? (J) pintu besi, (T) kuncinya kemana ? (J) kecebur (T)Kecebur dimana? (J) dilaut, (T) BIsa dibuka apa ngga? (J) Engga (Tidak ), saat dijawab “ngga” maka pemimpin akan menarik tangan peseta yang disilangkan, namun sambil memegang erat pundaknya, supaya pegangannya ( yang diidentifikasikan sebagai pintu besi ) dapat dibuka. Pada adegan ini dituntut tenaga kekuatan pemain untuk membuka pintu besi yang bersangkutan. Hal seperti ini pun dilakukan secara bergiliran sehingga seluruh peserta memperolah giliran. Sebenarnya setelah seluruh peserta mendapat bagian dibuka pintu kayunya dan pintu besinya, permainan masih dilanjutkan dengan adegan pesta potong kambing sebagai tanda syukur dapat dibukanya pintu walau kuncinya telah hilang. Adegan ini disebut adegan “embe –embek” sebagai simbol dipotongnya kambing.  Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah salah satu syair lagu yang dinyanyikan pada cici putri, yang sebenarnya masih ada lagi variasi syair lagu cici putri yang lainnya

Cici putri

Tembako lima kuli

Mak none mak none

Si…. Minta apa? ( jawab) minta duren

Pulang pulang ayahnya keren