Cello, Seni Musik

Violoncello atau lebih sering disebut sebagai Cello, merupakan alat musik gesek dari Eropa, yang dalam bahasa Italia berarti “violone kecil”, sebuah instrumen kuno yang besarnya hampir sama dengan bass modern. Cello adalah keluarga biola yang ukurannya kedua terbesar setelah kontrabas (double bass), dan memiliki nada rendah (bas) satu oktaf di bawah biola alto. Instrument ini bisa dimainkan secara tunggal, atau dikolaborasikan dengan alat musik lainnya sebagaimana dalam sebuah orkestra dan musik kamar. Di Indonesia, cello yang biasa disebut dengan “selo”, merupakan salah satu instrument musik keroncong.

Cello pertama kali dikenal pada abad XVI yang dibuat oleh Andrea Amati dari Cremona. Ia adalah pembuat cello terkenal berjuluk “King Amati” (1572), yang hingga saat ini masih diabadikan di Metropolitan Museum of Art di New York, Amerika Serikat. Cello tradisional terbuat dari kombinasi beberapa jenis kayu. Bagian atas berupa kayu spruce, sedangkan bagian belakang, leher, dan sisi tebalnya menggunakan bahan kayu maple. Terkadang sisi tebal dan bagian belakang cello juga menggunakan kayu willow dan poplar. Senar cello dahulu terbuat dari usus domba, namun seiring perkembangan jaman dan kebutuhan hasil suara yang lebih lantang, senarnya diganti dengan bahan logam, yaitu kawat perak atau kawat baja. Cello modern juga banyak menggunakan bahan serat karbon.

Saat dimainkan, seorang cellis (pemain cello) akan meletakkan badan cello di antara kedua kakinya, sedangkan ujung bagian bawah cello menyentuh lantai. Cara duduk cellis sangat menentukan kenyamanan dalam bermain. Cellis sebaiknya duduk dengan posisi tegak dan tidak membungkuk di bagian depan kursi (sepertiga bagian depan). Posisi kaki kanan tegak lurus ke depan, sedangkan kaki kiri sedikit lebih maju dari kaki kanan hingga membentuk sudut 45-60°. Posisi duduk dan kaki sangat penting bagi seorang cellis karena harus menjaga keseimbangan menopang cello yang ukurannya cukup besar. Sudut lekukan bagian belakang cello diletakkan pada lutut kaki kiri sebelah dalam, dan bagian belakang badan cello disandarkan di dada, sedangkan kaki kanan ditempelkan pada sisi kanan cello namun tidak menjepit.

Alat musik gesek dari keluarga biola ini menempati posisi khusus dalam musik klasik. Rentang nada cello yang luas, yakni mulai dari C oktaf besar sampai A oktaf 3, membuatnya mampu memainkan berbagai repertoar lagu, baik untuk nada-nada rendah maupun tinggi terutama cello solo. Salah satu karya solo untuk cello yang sangat terkenal sampai saat ini adalah “Concerto Cello In C Mayor”  ciptaan Franz Joseph Haydn (1732-1809). “Concerto No.1 In C Mayor” termasuk karya klasik, yang dibuat selama hampir lima tahun (1761-1765), dan terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pertama moderato, bagian dua adagio, dan bagian tiga allegro molto. Concerto ini dibuat oleh Franz Joseph Haydn untuk temannya seorang pemain cello di Nicolaus’s Esterházy Orchestra, yang bernama Joseph Franz Weigl.