Cap Cay, Kuliner

Cap Cay adalah masakan dari olahan aneka sayuran yang dicampur dengan suwiran daging atau bahan lain yang bukan sayuran. Dalam dialek Hokkian cap cay bermakna aneka ragam sayur atau macam-macam sayur. Jumlah sayurannya tidak tentu, meski sebenarnya secara harfiah cap cay juga berarti sepuluh sayur. Kuliner ini cukup populer di Indonesia, padahal di negara asalnya sulit menjumpai masakan ini. Ada pendapat yang menyatakan bahwa cap cay merupakan masakan kreasi para imigran Tionghoa yang kerap berkelana kemana-mana. Untuk keperluan makan selama perjalanan yang seringkali memakan waktu, biasanya mereka mengolah sayuran sedapatnya, baik jenis maupun jumlah. Bisa dibilang ‘kemewahan’ masakan ditentukan oleh nasib, apapun sayuran yang didapat maka itulah yang dipotong-potong dan dimasak. Kalau hanya ada dua jenis sayuran maka cap cay yang tersaji hanya terdiri dari dua sayuran itu. Andai bernasib baik dan mendapatkan banyak sayuran maka masakan bisa menjadi ‘lebih mewah’. Di Tiongkok sendiri masakan ini hanya dijumpai di Taishan, yang mayoritas penduduknya berkelana dan menjadi imigran.

Di Indonesia, cap cay merupakan masakan rumahan yang juga banyak dijajakan dalam berbagai kelas. Kaki lima, rumah makan, dan restoran, terutama yang menawarkan masakan Tionghoa. Di Medan, cap cay seringkali dihidangkan dengan porsi lumayan besar yang bisa disantap oleh empat orang. Campurannya antara lain brokoli, kol, sawi putih, bakso, udang, dan usus, dengan kuah yang kental. Rasanya kombinasi manis dan gurih dengan segarnya sayuran. Biasanya cap cay Medan dihidangkan bersama telur bawang sebesar martabak manis. Telur bawang adalah telur dadar dengan isian bawang. Di Jakarta, Jawa Barat, dan Pulau Bangka, kuah cap cay berwarna coklat. Di Banjarmasin dan Semarang kuahnya berwarna merah karena penggunaan tomat, sedangkan di Malang kuahnya bening. Cap cay di Bangka dan Semarang menggunakan irisan hekian dari udang, sedangkan di tempat lain tidak.

Bahan Cap Cay Ayam:

  1. 2 potong dada ayam, potong-potong
  2. 1 buah wortel, potong-potong
  3. 1 bonggol brokoli, potong-potong
  4. 5 buah jamur kancing
  5. 2 siung bawang putih, cincang
  6. 1 sendok makan kecap asin
  7. 1 sendok teh minyak wijen
  8. 300 ml kaldu ayam
  9. 2 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan air
  10. Lada putih secukupnya
  11. Minyak goreng secukupnya

Cara memasak:

  1. Panaskan sedikit minyak goreng, lalu tumis bawang putih hingga harum.
  2. Masukkan dada ayam, tumis hingga matang dan ayam berubah warna.
  3. Kemudian masukkan wortel, brokoli, dan jamur. Tumis kembali hingga layu.
  4. Tambahkan minyak wijen dan kecap asin, aduk rata. Lalu tuang kaldu ayam, masak hingga mendidih.
  5. Setelah mendidih, tambahkan lada, lalu tuang larutan tepung maizena. Aduk hingga mengental. Koreksi rasa.
  6. Hidangkan cap cay ayam dengan nasi hangat.
  7. Bahan sayuran bisa disesuaikan dengan selera.
  8. Jika tidak terlalu suka kental, boleh tambahkan kembali kaldu ayam sesuai selera.