Caexpo Indonesia, Pameran

Pada pagelaran ke-16 China-ASEAN Expo (CAEXPO), Indonesia menjadi tuan rumah dengan menyediakan dua Paviliun Komoditas dan Paviliun Nasional (City of Charm). Paviliun Nasional Indonesia (City of Charm) mengusung tema Rumah Sawit Indonesia yang menampilkan produk sawit dari hulu ke hilir. Pameran CAEXPO Indonesia diikuti oleh 10 negara ASEAN dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Event yang berlangsung selama 4 hari ini, memiliki tujuan untuk menjalin kerja sama perdagangan dan investasi Tiongkok dengan negara di ASEAN. Melalui CAEXPO Indonesia diharapkan terjalinnya hubungan kerja sama negara ASEAN dan Tiongkok lebih erat yang masuk ke dalam manifestasi forum bisnis perdagangan dan investasi.

Penyelenggaraan CAEXPO Indonesia diikuti sebanyak 111 perusahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Sebanyak tiga stan didesain spesial karena memiliki kualitas yang paling baik, seperti Kapal Api, APD Sinar Mas, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). CAEXPO Indonesia merupakan event hasil kesepakatan KTT Cina-ASEAN ke-7 pada Oktober 2003 di Bali. Selain pameran perdagangan Cina-ASEAN, pameran ini juga mencatat transaski perdagangan Indonesia-Cina pada periode Januari-April 2019 sebesar 22,43 Miliar Dolar Amerika, hal tersebut berkenaan dengan ekspor Indonesia ke Cina pada tahun 2014-2018 yang meningkat sebesar 13,8%. Pemilihan Cina sebagai negara perdagangan terbesar karena Cina merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia pertama di dunia. Sedangkan, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar Cina ke-15, produk alam yang dieskpor ke Cina merupakan produk nonmigas utama Indonesia seperti, minyak kelapa sawit, batu baru, olahan serbuk kayu, dan tembaga.

Sedangkan, produk impor nonmigas terbesar dari Cina adalah komponen telepon; mesin pengolahan data otomatis digital bentuk portable; serta komponen yang digunakan untuk transmisi radio navigasi, radar radio, serta modern untuk televisi. Oleh karena itu, terselenggaranya CAEXPO Indonesia merupakan ajang kerja sama perdagangan antar Indonesia dan Cina dalam terciptanya manifestasi ekonomi yang lebih baik dan berdaya guna.