BUSANA TEATER

Busana teater yang menyolok muncul pada pertunjukan teater rakyat yaitu aktor, aktris, dan penari. Teater yang populer adalah lenong. Busana Betawi inipun muncul pada lenong tradisional karena lenong yang muncul di banyak media dan peristiwa di Jakarta kini banyak yang mengenakan busana hari-hari yang kini dikenal di Jakarta. Yang dilukiskan disini hanyalah berbeda dengan busana hari-hari Jakarta.

Lenong jago alias lenong preman dibuka dengan munculnya tokoh-tokoh antagonis berbusana hitam-hitam (baju kampret) dengan ikat kepala batik, kain sarung diselendangkan. Aksesori yang menonjol antara lain  : golok, gelang bahar, dan satu atau dua cincin di jari. Mereka memperkenalkan diri sebagai perampok yang sudah malang melintang seantero kampung.  Pembantu yang dahulu dikenal dengan sebutan jongos masih berpakaian warna warni mirip busana badut dengan expresi mereka tolol namun sok tahu dan ceplas ceplos, serta pinter nyanyi. Tokoh orang kaya memakai jas buka dan isterinya memakai kebaya dengan kain batik cap. Anaknya berpenampilan agak mewah dengan busana model sekarang (baju dan kulot). Tokoh keluarga susah/miskin memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang. Anaknya memakai baju sadariah putih, celana panjang batik.