BLENGGO REBANA

 

Biasanya Blenggo rebana dilakukan oleh anggota kelompok rebana biang, sehingga Blenggo dan orkes rebana saling melengkapi satu sama lain. Di masa lalu, rebana biang baru “diblenggoin” bila malam telah larut saat penonton sudah mulai mengantuk. Pada awal blenggo rebana dimainkan, isinya hanya merupakan syair-syair pujian (dzikir) terhadap Tuhan dan Nabi Muhammad. Setelah itu, dilanjutkan dengan membawakan lagu-lagu yang dalam istilah setempat disebut “ sunda gunung” atau lagu-lagu “gunung”. Lagu-lagu Sunda guning biasanya ditampilkan juga melalui pertunjukan lain seperti : pertunjukan blantek dan topeng. Lagu-lagu lain yang ditampilkan yaitu lagu Kangaji, Anak Ayam, Sanggreh atau sangrai kacang. Terlihat dengan jelas bahwa pengaruh bangsa Arab dan Islam dan Sunda menyatu dalam tari blenggo ini.