BLANTEK

Blantek adalah pertunjukan teater Topeng tingkat pemula. Peralatan musiknya pun tidak menentu, bisa memakai rebana biang, atau gamelan sederhana, bahkan ada kromong yang terbuat dari kaleng dencis. Dengan demikian, kata Blantek juga dapat berarti “campur aduk tidak karuan”. Tetapi pada perkembangan selanjutnya Blantek memiliki identitas sendiri. Ia diiringi oleh rebana biang. Pada awalnya lagu-lagu zikir dan ditampilkan, kemudian kreativitas mereka pun berkembang dengan menampilkan tari blenggo, pencak silat, dan sulap gedebus atau laes.

            Blantek merupakan campuran antara tari, nyanyi, guyonan/lawakan, dan lakon. Ia juga menggunakan dekor. Beberapa lakon Blantek dari topeng dan lenong, antara lain Udrayaka, Jaka Sondang, Jampang Mayangsari, Si Pitung, Nyai Dasima, Jurjana, Mandor Dul Salam, Tuan Tanah Kedaung, Pendekar Kucing Item. Meski begitu ada lakon asli Blantek, seperti Kramat Pondok Rajeg, Kembar Empat, Ahmad Muhammad, dan Prabu Zulkarnaen. Pada pertunjukan semalam suntuk Balntek juga menampilkan lakon Bapak Jantuk.

(sumber : Buku Seni Pertunjukan Tradisional Betawi, Arie Budhiman, 2012)