Batik, Our Love Story, Perfilman

Batik, Our Love Story merupakan judul film Dokumenter Produksi Kalyana Shira Films dan PT. Kao Indonesia, sebagai bagian dari promosi sabun cuci Batiknya. Film berdurasi 70 menit ini, rilis pada 30 September 2011.

Melalui film ini pula, Nia Dinata sang Produser, mencoba mewujudkan kecintaan nya akan Batik serta Budaya Indonesia. Serta memberikan sumbangsih kepada bangsa untuk tetap di kenang dan di pertahankan.

Film ini mengisahkan tentang Batik sebagai ekspresi cinta yang didedikasikan oleh para pembuatnya. Dengan menampilkan sejumlah pembuat Batik Legendaris dari beberapa sentra Batik, seperti Pekalongan, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Lasem, dan Madura.

Liem Poo Hien di Pekalongan, misalnya, bukan hanya mewarisi Rumah Batik yang dibangun orangtua dan kakek neneknya. Ia juga menyerap semangat, ketekunan, dan kecintaan para perintis Batik China Peranakan dan Batik Hokokai, hingga tetap bisa memproduksi Batik sampai hari ini.

Hal yang sama dilakukan Widianti Widjaya yang meneruskan Rumah Batik Oey Soe Tjoen. Widianti, masih mewarnai sendiri Batik yang ia produksi tanpa sarung tangan. Karena Ia merasa sulit untuk merasakan kelendirian air keras pewarnanya jika menggunakan sarung tangan. Jadi, dengan demikian pewarnaan dilakukan sekaligus jika Batiknya sudah cukup banyak.

Kemudian, Sugeng Madmil, di Pekalongan, juga meneruskan usaha Batik orangtuanya. Dan Ia memiliki warisan berupa kain Batik yang berumur 200 tahun. Namun berkat kecintaan nya pada Batik-Batik tersebut, membuat Ia enggan untuk melepaskan nya pada para peminat, meski di tawar dengan harga tinggi.

Film ini menceritakan pula kegalauan para pembuat Batik yang penuh cinta ini. Bahwa tak banyak anak muda yang berminat untuk menekuni keterampilan membatik, apalagi menjadikan Batik sebagai sandaran hidup sepanjang usia. Salah satunya, di karenakan minimnya kesejahteraan para buruh pembatik.

Film Dokumenter yang di riset oleh Ucu Agustin dan di sutradarai oleh Nia Dinata ini, bertujuan untuk Edukasi. Sehingga tidak di komersilkan dan di tayangkan di Bioskop. Namun di tayangkan secara gratis dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu. Melalui email kalyanashira@yahoo.com. Kemudian setelah lolos tahapan screening oleh Nia dan Timnya, akan di bawakan film berikut proyektornya. Dan di sediakan pula film dalam bentuk DVD bila ada yang mengajukan.