Batagor, Kuliner

Batagor adalah jajanan rakyat asal Bandung yang dapat dengan mudah ditemui di kampung-kampung, warung, rumah makan, dan juga mal. Ada yang berpendapat bahwa batagor merupakan kreasi dari siomay, salah satu jenis dimsum yang kemudian diadaptasi menjadi jajanan murah meriah dan juga mengenyangkan. Keduanya memang mirip, bahan yang digunakan hampir sama yaitu adonan ikan tenggiri, tepung tapioka, dan tepung sagu. Hanya saja siomay dikukus dan bentuknya gepeng, sedangkan batagor digoreng dan bentuknya agak bulat menyerupai bakso. Bumbu keduanya sama, yaitu bumbu kacang yang diberi kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis. Batagor atau bakso tahu goreng, muncul di era tahun 70-an, dan mulai populer tahun 1980 di Bandung. Batagor kerap  menjadi buah tangan mereka yang berkunjung ke kota Paris van Java tersebut.

Kelahiran batagor tidak lepas dari kreativitas seorang pedagang bakso tahu kukus bernama Isan, perantau asal Purwokerto (Jawa Tengah) yang mencoba peruntungan di kota Bandung namun gagal, dan membanting setir dengan berjualan bakso tahu kukus. Ia berdagang dengan cara berkeliling kampung membawa pikulan. Suatu ketika dagangannya tidak habis terjual tetapi ia merasa sayang jika harus membuangnya. Makanan yang dijajakannya memang tergolong yang harus habis dalam satu hari. Isan segera mengolah sisa dagangannya dengan cara digoreng dan membagikannya kepada para tetangga di sekitar rumahnya. Hal itu dilakukannya setiap kali dagangan bakso tahu kukusnya tidak habis terjual. Para tetangga ternyata menyukainya dan kerap menanyakannya saat dagangan Isan habis terjual. Bahkan mereka pun rela membayar dan tidak mau lagi mendapatkannya secara gratis. Isan pun mulai memikirkan keinginan para tetangganya dan mencoba merintis pembuatan bakso tahu kukus goreng di tahun 1968. Awalnya batagor dibuat dengan dua kali proses, yaitu dijadikan bakso tahu kukus terlebih dahulu baru digoreng. Namun karena dianggap merepotkan Isan mencoba teknik lain dengan cara menggoreng langsung dari adonan mentah, yang kemudian menjadi acuan pembuatan batagor hingga sekarang.

Keberhasilan Isan menciptakan batagor membawanya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji hingga dua kali. Kreativitasnya menjadi inspirasi banyak orang dan H. Isan dijuluki sebagai Bapak Batagor Indonesia. Dalam perkembangannya, batagor tidak hanya disajikan bersama saus atau bumbu kacang tetapi juga dengan kuah (batagor kuah). Meski batagor tergolong jajanan dan bukan makanan utama, tetapi nutrisinya cukup banyak. Misalnya ikan tenggiri yang mengandung protein dan Omega 3, baik untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah. Kacang-kacangan mengandung protein nabati, dan tepung sagu mengandung karbohidrat sebagai sumber energi bagi tubuh.

Bahan Batagor:

  1. 250 gram daging atau fillet ikan tenggiri, cuci bersih dan haluskan
  2. 1 sendok makan minyak goreng
  3. 100 gram tepung sagu, perhatikan merk dan kualitasnya agar hasilnya enak
  4. 1 butir telur ayam ukuran besar
  5. 50 ml santan encer
  6. 2 sendok makan merica bubuk
  7. 1 sendok teh garam dapur beryodium
  8. 1 sendok teh gula pasir
  9. 3-4 siung bawang putih ukuran sedang dan besar, iris tipis
  10. 1 sendok makan kecap manis
  11. 15 lembar kulit pangsit siap pakai
  12. Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih, beri kecap manis, merica halus, garam, dan gula pasir.
  2. Ambil wadah cukup besar, masukkan bumbu yang sudah ditumis, campurkan ikan tenggiri yang sudah dihaluskan sebelumnya.
  3. Masukkan telur, satu sendok makan minyak goreng, santan encer, dan tepung sagu.
  4. Aduk dan campur semua bahan, hingga tercampur sempurna.
  5. Siapkan kulit pangsitnya, buka dan rentangkan kulitnya.
  6. Lalu isi dengan adonan yang telah diolah, lalu lipat kembali kulit pangsitnya.
  7. Siapkan penggorengan, beri minyak agak banyak agar batagor bisa terendam semua. Goreng dengan api sedang sampai warnanya kuning kecoklatan.

Bahan untuk bumbu kacang:

  1. 100 gram bumbu kacang halus
  2. Cabai merah secukupnya
  3. 3 siung bawang putih ukuran sedang dan besar
  4. 2 sendok makan gula pasir
  5. 1 sendok teh garam dapur beryodium
  6. 1 sendok teh kecap manis
  7. 1 butir jeruk nipis 1 pcs, peras, ambil airnya
  8. Air panas secukupnya
  9. Sedikit minyak untuk menumis

Cara membuat:

  1. Tumis bawang putih dan cabai sampai harum.
  2. Haluskan tumisan di atas, tambahkan kecap manis, garam dapur, gula pasir, dan bumbu kacang halus.
  3. Tuang air secukupnya sampai didapatkan tingkat kekentalan yang diinginkan.
  4. Setelah selesai, potong kecil-kecil batagornya, siram bumbu kacang di atasnya.
  5. Bisa juga ditambahkan perasan jeruk limau, dan saus sambal jika terasa kurang pedas. Sajikan saat hangat.