BANK INDONESIA (JAVASCHE BANK) DAN BALAI KOTA

Di sebelah selatan benteng, Kota Batavia berkembang dengan pesat. Pada tahun 1625 suatu gereja sederhana dibangun untuk umat Protestan. Gereja tersebut didirikan pada tempat yang sekarang digunakan oleh gedung Bank Indonesia (Javasche Bank), kurang lebih di seberang Stasiun Kota. Pada tahun 1628 gereja ini terpaksa dibongkar untuk memperoleh tempat bagi meriam-meriam besar, waktu puluhan ribu tentara Sultan Agung menyerang Batavia untuk pertama kali. Sejak itu – suatu ruang di Balai Kota digunakan sebagai tempat ibadat pada hari Minggu bagi umat yang berbahasa Belanda, Melayu dan Perancis.

Para peserta ibadat di gedung Balai Kota (yang kedua, 1626-1710) tidak suka berdoa di tempat sempit ini, yang sepanjang pekan digunakan oleh bermacam-macam orang yang berpekara. Orang datang untuk berbagai kesibukan, a.l. urusan di pengadilan yang tidak jarang disertai dengan siksaan, urusan kontrak dan dagang, registrasi perkawinan dan lain-lain. Tetapi, sampai tahun 1642 belum ada tempat lain. Maka, mau tak mau umat terpaksa menggunakan Balai Kota sebagai tempat ibadat darurat.