Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Bangunan Umum

Bandara Internasional Halim Perdanakusuma adalah salah satu bandara yang terdapat di Jakarta. Bandara ini juga merupakan markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU dan melayani penerbangan VVIP dan tamu negara. Sejumlah pesawat transport dan kargo milik TNI-AU serta pesawat Kepresidenan RI juga menggunakan bandara ini sebagai pangkalan utamanya. 

Pada awalnya bandara Halim Perdanakusuma bernama bandara Tjililitan (Cililitan). Maskapai Belanda, Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij tercatat sebagai pesawat pertama yang terbang dari Bandara Tjililitan pada 1 November 1928 dengan rute dari Batavia ke Bandung dan Batavia-Semarang hingga Surabaya. Setahun kemudian, nama Bandara Cililitan mulai dikenal dunia setelah pesawat milik maskapai Belanda, KLM membuat rekor dunia penerbangan lintas benua dengan pesawat Fokker F.VII menempuh perjalanan udara dari Belanda menuju Batavia. Totalnya 14.500 km dan ditempuh dalam waktu 10 hari. Pesawat hanya berisi 4 orang penumpang. Sebelum mendarat mulus di Bandara Tjililitan pesawat Fokker F.VII harus singgah terlebih dahulu di beberapa negara. 

 Bandara Halim sempat menjadi sorotan saat terjadinya peristiwa G-30S / PKI tahun 1965 karena sejumlah pimpinan PKI sempat bersembunyi di sekitar bandara Halim sebelum kabur ke Jawa Tengah. Presiden Soekarno sendiri kala itu sempat berada di bandara Halim pada tanggal 1 Oktober 1965 karena situasi keamanan ibukota Jakarta yang sedang tidak menentu dan sesuai dengan SOP Tjakrabirawa (pasukan pengawal Presiden Soekarno saat itu), dimana terdapat dua pilihan tempat evakuasi Presiden Soekarno dari Istana dalam keadaan darurat. Pertama, bandara Halim karena terdapat pesawat kepresidenan Jetstar C-140. Kedua, pelabuhan Tanjungpriok, tempat kapal kepresidenan Varuna I-II bersandar. 

Pada saat pembangunan bandara Soekarno - Hatta tahun 1980-an, bandara Halim mulai difungsikan untuk penerbangan komersil untuk membantu mengurangi kepadatan yang terjadi bandara Kemayoran. Setelah bandara Soekarno - Hatta resmi beroperasi, fungsi bandara Halim dikembalikan seperti semula yakni sebagai penerbangan militer, VVIP dan sipil terbatas (carter) serta penerbangan Haji. Namun kepadatan penumpang yang terjadi di bandara Soekarno - Hatta karena tengah dilakukan pembangunan Terminal III akhirnya membuat pemerintah memutuskan bahwa terhitung tanggal 10 Januari 2014 bandara Halim Perdanakusuma diizinkan beroperasi sementara menjadi bandara komersial untuk membantu penerbangan di Bandara Soekarno – Hatta yang telah padat.