Bakso, Kuliner

Bakso sangat populer di Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia. Banyak yang mengatakan bahwa bakso adalah makanan sejuta umat dengan sejuta variasi, bahkan salah satu variannya menjadi ikon kuliner kota Malang yaitu Bakso Malang atau ada yang menyebutnya Bakwan Malang. Penjaja bakso pun beragam, mulai dari penjaja keliling, kaki lima hingga restoran berkelas. Bakso masuk ke Nusantara melalui para pedagang asal Tionghoa yang kemudian tinggal menetap.

Nama bakso secara harfiah adalah sup daging babi, “bak” artinya babi, sedangkan “so” artinya sup, sedangkan pengertian lainnya adalah daging giling yang dibentuk bulat. Konon bakso berasal dari kota Fuzhou, pada masa pemerintahan dinasti Ming di abad XVII. Menu ini terkreasi dari rasa cinta seorang anak bernama Meng Bo kepada ibunya yang sudah tua tetapi sangat menyukai daging. Terinspirasi dari olahan ketan yang dijadikan mochi, maka Meng Bo pun menggunakan cara yang sama untuk mengolah daging. Setelah daging hancur dan empuk, ia membentuknya menyerupai bulatan-bulatan kecil yang kemudian direbus hingga matang. Saat masuk dan kemudian menyebar di Nusantara, daging babi diganti dengan daging sapi atau kerbau karena mayoritas penduduknya adalah muslim. Dalam perkembangan berikutnya bakso ada yang berbahan daging ayam, ikan, dan udang.

Saat disajikan biasanya bakso dicampur mie, bihun, taoge, caisim, tahu, dan ditaburi bawang goreng. Mirip dengan penyajian bakso di tempat asalnya yang biasanya dicampur sawi, bihun, dan irisan bawang daun, dengan sedikit kuah. Bakso juga sering dijadikan pelengkap jenis masakan lainnya, seperti irisan bakso dalam capcay atau mie goreng.

Bahan membuat bakso:

  1. ½ kg daging sapi (harus daging yang baru dipotong agar hasil baksonya bagus)
  2. 1 sendok teh garam
  3. ½ sendok teh merica bubuk
  4. 2 sendok makan tepung kanji
  5. 1 putih telur

Cara membuat:

  1. Daging sapi dipotong tipis-tipis lalu dipukul-pukul hingga lumat.
  2. Campur dengan putih telur, merica, dan tepung kanji lalu lemaskan dengan air garam sampai cukup dapat dipulung.
  3. Sebelum membulatkan bakso terlebih dahulu sediakan panci atau tempat lain dengan air dingin yang diberi sedikit garam.
  4. Taruh adonan bakso di tangan kiri lalu dikepal hingga adonan bakso keluar dari lubang antara ibu jari dan telunjuk, ambil dengan sendok lalu masukkan ke dalam air garam.
  5. Didihkan air, masukkan bakso ke dalam air mendidih lalu masak sampai matang dan mengapung. Angkat, tiriskan.

Bahan untuk kuah:

  1. Tulang dengkul sapi
  2. 500 gram tetelan dan lemak sapi, potong kecil-kecil
  3. 5 liter air

Bumbu kuah:

  1. 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
  2. 5 siung bawah putih
  3. 10 siung bawang merah
  4. ¼ sendok teh pala bubuk
  5. 1 sendok teh merica bubuk
  6. Garam secukupnya

Cara membuat kuah bakso:

  1. Rebus tulang dengkul sapi hingga tersisa kira-kira 3 liter air.
  2. Haluskan bawang putih, bawang merah, tambahkan merica dan pala.
  3. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum.
  4. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam air rebusan tulang dengkul sapi.
  5. Masukkan pala dan garam.
  6. Tunggu sampai mendidih lalu masukkan bakso.
  7. Sajikan dengan bahan pelengkap.

Pelengkap:

  1. Caisim, potong-potong
  2. Bawang goreng
  3. Seledri, iris halus
  4. Daun bawang, iris halus
  5. Sambal cabai rebus