Bakpao, Kuliner

Bakpao adalah makanan sejenis roti yang dibuat dengan mencampurkan ragi ke dalam adonan tepungnya. Bentuknya bulat, berwarna putih, dan umumnya dimasak dengan cara kukus. Makanan ini banyak dijajakan dengan gerobak dorong atau motor yang dilengkapi kompor dan kukusan sehingga bakpao selalu dalam keadaan hangat. Bakpao merupakan makanan tradisional Tiongkok yang sangat populer di Indonesia. Kata bakpao berasal dari bahasa Hokkian, bak artinya daging, sedangkan pao artinya bungkusan yang terbuat dari adonan tepung. Jadi bakpao dapat dimaknai sebagai bungkusan berisi daging. Dalam bahasa Hakka/Khek disebut nyukpao atau yungpao yang artinya juga sama, yaitu daging berbungkus.

Awalnya bakpao berisi daging babi yang memang lazim dikonsumsi di Tiongkok, tetapi isiannya bisa diganti dengan bahan lain seperti daging ayam, sayur-sayuran, srikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau, dan sebagainya sesuai selera pembuatnya. Untuk membedakan isian biasanya di bagian atas bakpao diberi penanda titik berwarna, sedangkan kehpao (bakpao isi ayam) biasanya dibuat dengan lipatan bungkusan bagian tepi yang agak berbeda.

Sejarah panjang bakpao berawal di masa pemerintahan Three Kingdoms (220-280) atau lebih dikenal dengan masa Samkok di penghujung Dinasti Han.  Seorang ahli militer Tiongkok bernama Zhuge Liang (181-234) dikirim untuk mengatasi pemberontakan besar-besaran di daerah selatan Tiongkok. Dalam perjalanan kembali ke Cheng Du (ibukota Su), ia bersama pasukannya tertahan di tepi sungai besar yang berbahaya. Gelombang besar dan badai selalu menghadang. Penduduk setempat menyarankan untuk menyediakan kepala manusia sebagai ritual agar dapat melewati sungai dengan selamat, tetapi Zhuge Liang menolak  mengorbankan  prajuritnya. Ia kemudian memerintahkan pasukannya untuk memburu binatang yang bisa dibungkus dengan adonan tepung dan dibentuk menyerupai kepala manusia. Ide inilah yang kemudian menjadi cikal bakal bakpao. Kue kukus ini hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek karena dianggap membawa keselamatan bagi para prajurit masa itu. Bentuknya yang bulat dikaitkan dengan kepercayaan bangsa Tiongkok sebagai lambang kesempurnaan.

Saat ini banyak inovasi dilakukan. Bakpao tidak selalu berbentuk bulat, bahkan saat ini ada trend untuk membuat “bakpao karakter” berupa tokoh animasi film, bunga, dan hewan. Resep bakpao yang beredar di Indonesia juga sudah disesuaikan dengan selera lokal dan kondisi masyarakat yang mayoritas muslim.

Bakpao kukus (46 buah)

Bahan kulit:

  1. 300 gram tepung terigu protein rendah
  2. 60 gram maizena
  3. 2 sendok teh (8 gram) ragi instan
  4. ½ sendok teh baking powder
  5. 75 gram gula pasir
  6. 25 gram susu bubuk
  7. 200 ml air es
  8. 30 gram mentega putih
  9. 1 sendok teh garam

Bahan isi

  1. 200 gram kacang tanah kulit, digoreng
  2. 100 gram gula pasir
  3. 100 gram keju cheddar parut

Cara membuat:

  1. Isi: blender halus kacang tanah dan gula halus. Tambahkan keju parut. Aduk rata, bentuk bola-bola.
  2. Kulit: campur tepung terigu, maizena, ragi instan, baking powder, gula pasir, dan susu bubuk. Masukkan air es. Uleni sampai kalis. Tambahkan mentega putih dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 30 menit.
  3. Timbang adonan masing-masing 15 gram. Diamkan 10 menit.
  4. Pipihkan adonan, beri isi, bentuk bulat. Diamkan 10 menit.
  5. Masukkan dalam kukusan yang sudah dipanaskan, masak di atas api sedang ± 10 menit sampai matang.

Bakpao goreng

Bahan isi:

  1. 3 sendok makan minyak goreng
  2. 3 siung bawang putih, cincang
  3. 50 gram bawang bombay, cincang
  4. 200 gram daging sapi cincang
  5. 3 sendok makan daun bawang iris halus
  6. ½ sendok teh garam
  7. ½ sendok teh merica bubuk
  8. ½ sendok teh kecap asin
  9. 1 sendok makan minyak wijen
  10. 1 sendok makan saus tiram
  11. 1 sendok makan kecap manis
  12. 1 sendok teh gula pasir
  13. 1 sendok makan minyak wijen
  14. 1 sendok makan tepung maizena, larutkan dengan 3 sendok makan air
  15. 100 gram margarin untuk menggoreng

Bahan kulit (biang):

  1. 175 gram tepung terigu rendah protein
  2. ½ bungkus ragi instan
  3. 1 sendok teh gula pasir
  4. 100 ml air

Bahan adonan kulit:

  1. 100 gram tepung terigu rendah protein
  2. ½ sendok teh baking powder
  3. 30 gram gula halus
  4. 40 ml air
  5. 30 gram mentega putih
  6. ½ sendok teh garam

Cara membuat:

  1. Kulit: campur dan aduk semua bahan untuk biang, tutup dengan plastik wrap, diamkan selama 30 menit atau hingga mengembang 2x lipat. Campur adonan biang dengan semua bahan untuk adonan kulit, uleni hingga kalis. Bagi adonan kulit menjadi 20 bagian, bentuk bulat dan pipihkan.
  2. Isi: panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum, masukkan daging cincang dan daun bawang, aduk hingga rata. Masukkan bumbu-bumbu, aduk rata. Terakhir masukkan larutan tepung maizena, aduk hingga rata dan kental. Angkat dan biarkan hingga mencapai suhu ruang. Sisihkan.
  3. Ambil adonan, beri 1 sendok teh isian di bagian tengahnya. Bentuk menjadi bulatan, sedikit pipihkan, lalu tata di atas loyang dioles sedikit minyak. Tutup dengan plastik, diamkan selama 15 menit.
  4. Kukus selama 10 menit dalam dandang yang airnya sudah mendidih, angkat. Siapkan wajan datar yang agak besar, lelehkan margarine dengan api sedang. Atur bakpao di atasnya, jika sudah berwarna kuning segera balik. Masak hingga kedua sisi berwarna kekuningan.
  5. Sajikan selagi hangat dengan saus pendamping.