Bahlil Lahadalia, Tokoh

 

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) 2019-2024. Bahlil mengaku menteri berasal dari Fakfak, Papua Barat. Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mengatakan meski dirinya lahir di Maluku, namun sang ayah asli Fakfak, Papua Barat. Dia meminta agar masyarakat tak lagi membeda-bedakan suku dan ras.

Pria kelahiran Maluku Tengah ini adalah anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan ibu sebagai tukang cuci. Dengan adanya keterbatasan tersebut, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh. Sebelum menjadi salah satu pengusaha ternama, Bahlil berjuang dengan berdagang kue hingga menjadi sopir angkutan umum. Diketahui, ayah Bahlil dulunya mengemban profesi sebagai kuli bangunan, sehingga mau tidak mau ibunya pun turut mencari pekerjaan dengan menjadi tukang cuci. Mengingat kedua orangtuanya bekerja mencari uang, Bahlil kecil (saat itu masih menempuh jenjang sekolah dasar) juga berupaya membantu ekonomi keluarga dengan menjual kue di sekolah.  Saat itu, ia berjualan untuk membiayai sekolah dan membeli sepatu. Beranjak remaja, Bahlil mencoba mengambil pekerjaan sebagai kondektur hingga sopir angkot saat di SMEA . Walaupun begitu, Bahlil tetap menunjukkan prestasinya di sekolah, bahkan ia pernah menjadi ketua OSIS. Atas kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh, Bahlil berhasil mendaftar kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Papua.  Semasa di bangku kuliah, ia dikenal sangat aktif menjadi pengurus senat mahasiswa hingga bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang membawanya menduduki posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI.

Pada tahun 2003, namanya terdaftar di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke pengurus pusat. Setelah memiliki berbagai pengalaman dalam organisasi dan memiliki pekerjaan bergaji tinggi, Bahlil memutuskan keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaannya sendiri. Inilah awal mula kesuksesan pria asal Maluku ini.

Dengan melihat begitu banyak sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua, ia jadikan peluang untuk membuka usahanya. Kini ia memiliki 10 perusahaan di berbagai bidang di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company. Pada tahun 2015, kariernya sebagai pengusaha semakin lengkap saat Munas Himpungan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), peserta memilihnya menjadi Ketua Umum HIPMI untuk periode 2015–2019.

Bahlil Lahadalia sejak awal telah menyatakan dukungan politiknya pada Pilpres 2019. Bahlil mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia bahkan masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

 

 

PROFIL TOKOH 

Nama: Bahlil Lahadalia

Tempat/Tanggal Lahir: Banda, Maluku Utara, 7 Agustus 1976

Pendidikan:

  • SD Negeri 1 Seram Timur
  • SMP Negeri 1 Seram Timur
  • SMEA YAPIS Fakfak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua
  • S-1, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua

Karier:

  • Bendahara Umum PB HMI
  • Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (2003)
  • Pemilik PT Bersama Papua Unggul
  • Pemilik PT Dwijati Sukses
  • Pemiilik PT Rifa Capital
  • Ketua Umum HIPMI (2015–2019) Pemilik PT Bersama Papua Unggul Pemilik
  • PT Dwijati Sukses Pemilik
  • PT Rifa Capital Holding Company
  • Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (2015-2019