Badai Di Ujung Negeri, Perfilman

Badai di Ujung Negeri, merupakan judul film Drama yang di produksi oleh Quanta Pictures. Berdurasi 94 menit, dan rilis pada 29 September 2011

Film ini mengisahkan tentang seorang Marinir bernama Badai, yang bersahabat baik dengan Joko. Saat memancing bersama adik Joko, Nugi. Badai lalai membiarkan Nugi menyelam hingga tenggelam tak berjejak. Sejak itu persahabatan merekapun memburuk.

Sebagai Marinir, Badai ditugaskan di pos jaga perbatasan Indonesia di sebuah pulau di Laut Cina Selatan. Penemuan mayat misterius mempertemukannya kembali dengan Joko yang juga ditugaskan di kapal KRI. Mereka membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kematian mayat tersebut. Ada dugaan kematian mayat tersebut akibat perdagangan manusia yang marak di perbatasan.

Sisi kehidupan Badai yang lain adalah, Anisa. Mereka telah lama berpacaran. Anisa tentu saja mengharapkan kepastian hubungannya dengan Badai. Badai ragu untuk membuat keputusan karena dia bisa dipindah tugaskan kapanpun, ke manapun.

Di tengah penyelidikan Dika, anak nelayan teman Badai ditemukan mati. Kesalahpahaman antara Joko dan Badai tentang kematian Nugi, adik Joko, mempengaruhi kerjasama mereka dalam menemukan siapa pembunuh Dika dan mayat-mayat lainnya yang belakangan bermunculan terapung di laut.

Mengetahui ada yang kurang beres dari petunjuk yang didapatkan di tubuh Dika, Badai menyeldiki sendiri penyebab kematian Dika. Hal ini semakin memperkeruh hubungannya dengan Joko, yang selalu taat prosedur.

Para pembunuh yang mengetahui konflik dua sahabat ini, memanfaatkan kelemahan konflik di antara Badai dan Joko, serta kondisi kapal KRI yang sudah tua. Menjebak keduanya ke Pulau kecil. Sementara mereka merencanakan pembajakan sebuah kapal Tanker di laut perbatasan.

 

Produser Pingkan Warouw
Sutradara Agung Sentausa
Penulis Ari M Syarif
Pemeran Arifin Putra, Astrid Tiar, Yama Carlos, Deddy Murphy, Edo Borne, Priady Muzy, Adrian Alim, H. Jojon, Ida Leman, Kukuh Adi Rizky, M. Ilham Akbar, Lucky Rachman Loruma