Arak-arakan Atau Pawai, Nilai Budaya

Fenomena arak-arakan sudah dikenal oleh masyarakat di Batavia sejak jaman dulu. Masyarakat pribumi Batavia mengenal arak-arakan dalam memperingati hasil panen mereka. Arak-arakan tersebut menggunakan ondel-ondel. Selain itu, ketika tahun baru Cina semua orang di Batavia mengetahui akan ada arak-arakan di waktu sore hari. Arak-arakan tersebut menampilkan barongsai yang disertai dengan kelompok pemain tanjidor. Arak-arakan Barongsai ini masih dikenal masyarakat Jakarta hingga tahun 1950-an. Arak-arakan lain adalah ketika ulang tahun Ratu Belanda (Wilhemina) pada tanggal 31 Mei. Arak-arakan tersebut dimeriahkan oleh anak sekolah dan anak-anak pramuka. Menjelang sore hari muncul barisan kelompok drumband dan pemusik mars yang biasa main di Waterloplein. Arak-arakan tersebut berjalan mengelilingi lapangan Singa, Harmoni dan sampai ke lapangan Koningsplein  di depan Istana.

Setelah masa kemerdekaan, kegiatan arak-arakan yang dilakukan oleh orang Belanda di Batavia mulai menghilang dan digantikan oleh arak-arakan dari pribumi untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia, hari Buruh, Hari Kartini, dan hari anak-anak Internasional. Arak-arakan tersebut berubah namanya menjadi pawai. Pada masa Orde Baru, pawai telah diganti dengan demonstrasi dari pelajar dan mahasiswa. Setelah masa Orde Baru, terdapat larangan mengadakan keramaian dan pawai. Untuk meneruskan kebiasaan demonstrasi sejak jaman Orde Baru hingga tahun 1975, terdapat tradisi dari sebagian kampus di Jakarta (UI dan Trisakti) untuk mengadakan pawai mahasiswa. Pawai tersebut dilakukan untuk mengganti demonstrasi dengan arak-arakan lucu-lucuan menampilkan beragam kreatifitas mahaiswa baru.

Setelah Malari, acara arak-arakan atau pawai-pawaian kemudian lebih formal dan terbatas. Acara Pawai berkembang dengan ditempeli slogan pembangunan yang dikaitkan dengan Pameran Produk Indonesia. Semakin lama, pawai ini menjadi membosankan karena yang ditampilkan tidak bervariatif. Selain pawai pembangunan, terdapat pawai penyambutan keberhasilan dari Tim Thomas Cup Indonesia yang berhasil membawa piala Thomas. Ada pula Pawai artis dalam rangka Festival Film Indonesia, pawai khusus perayaan ulang tahun Kota Jakarta, serta pula pawai kampanye partai.