ALIM MARKUS, TOKOH

‘Cintailah produk-produk Indonesia'. Tagline itu ada di iklan Maspion, sebuah merek perabotan elektronik buatan anak negeri. Bos Maspion ini namanya masuk dalam daftar Crazy Rich Surabayan. Ia Adalah Alim Markus.  

Alim Markus  lahir 24 September 1951 di Surabaya adalah anak sulung dari Alim Husin, Cina Perantau Pendiri Maspion. Alim Markus tidak tamat SMP karena sibuk membantu usaha ayahnya. Namun meskipun tidak tamat, Ali Markus sudah berpengalaman dalam mengurus usaha ayahnya sejak usia remaja mulai dari sebagai cleaning servis, administrasi, keuangan, hingga penjualan. Maka tak heran ayahnya menunjuk Alim Markus sebagai direktur Utama Maspion, pada tahun 1971.

Awalnya, Alim Markus bersama ayahnya Alim Husin mendirikan perusahaan yang diberi nama Jin Feng yang artinya puncak emas. Namun, nama tersebut gak bertahan lama. Nama Jin Feng kemudian diubah menjadi Maspion Maspion merupakan kepanjangan dari kalimat Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional yang merupakan ide dari Alim Markus. Sebelumnya ayahnya, Alim membuka usaha baru dengan memproduksi perabotan rumah tangga yang terbuat dari plastik seperti loyang, ember serta baskom. Alim memberikan merk produknya dengan nama Maspioneer. Namun sudah ada perusahaan lain yang memakai nama Pioneer sebagai merk produk mereka sehingga mengajukan komplain.

Di tangan Alim Markus, Perusahaan Maspion semakin agresif. Maspion Group gencar melakukan ekspansi bisnis di segala lini usaha. Dimasa kepemimpinannya, Maspion memiliki lusinan anak perusahaan. Bisnis utamanya adalah produk kebutuhan ibu rumah tangga seperti panci teflon, kompor gas, termos, pompa air, kulkas hingga kipas angin. Maspion awalnya   berfokus kepada produksi alat-alat rumah tangga. Sebanyak kurang lebih 7.000 jenis alat rumah tangga telah diproduksi Maspion. Maspion menjelma menjadi bisnis raksasa dengan nama Maspion Group di tangan Alim Markus.

Diketahui sejumlah merek dagang menjadi bagian dari Maspion Group, seperti Alaskair Maspion, Alcor, Aubecq, Bee and Flower, Colan, Ecopan, Jawa, Maslon, Maxim Glassware, Maxim, Mazaya, Mikado, Srithai, Tivoli, dan Uchida.

Maspion Group juga merambah ke sektor-sektor lain seperti ke bisnis konstruksi, properti, bisnis jasa keuangan, pusat perbelanjaan, pendidikan,  produksi bahan kimia dan logistik, hingga perusahaan patungan dengan investor lain.  

Maspion memiliki kawasan Industri di Surabaya dengan luas mencapai 100 hektar. Maspion kemudian dikenal masyarakat sebagai merk lokal yang mendominasi pasar peralatan rumah tangga. Strategi bisnis yang dilakukan oleh Alim Markus adalah merangkul para manufaktur asing yang terkenal dari Jepang dan Korea seperti Samsung, membujuk mereka untuk membangun pabrik di Indonesia dengan keuntungan pembagian saham yang sama sehingga tercipta perusahaan patungan.

Dengan kalimat ‘Cintailah produk-produk Indonesia’, merupakan slogan andalan perusahaan Maspion. Alim Markus pun kerap memerankan sendiri produk-produknya di televisi. Ketika krisis 1998, Maspion menutup 5 pabriknya dari total 63 pabrik. Ia bahkan berani kembali ke Indonesia saat kerusuhan Mei 1998 ditengah sentimen anti warga keturunan Tionghoa.

Ia pun kerap di demo oleh karyawannya yang meminta kenaikan upah. AlimMarkus bahkan pernah dijebloskan ke penjara akibat kasus bank gelap yang membuat CEO Jawa Pos ketika itu Dahlan Iskan hingga Jusuf Kalla serta pejabat dan tokoh masyarakat ikut menjamin penahanan diri Alim Markus ditangguhkan. Namun dakwaannya digugurkan.

Alim Markus menikah dengan Sriyanti dan memiliki tujuh orang anak. Alim sendiri miliki tiga orang saudara yaitu Alim Mulia Sastra, Alim Satria dan Alim Prakarsa. Alim Markus pernah menjadi penasehat presiden ketika Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjabat sebagai presiden.

Total kekayaan Alim Markus bersama keluarganya ditaksir mencapai 5 triliun rupiah di tahun 2017. Bos perusahaan Maspion ini menempati urutan ke 31 dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Kini Maspion dipimpin oleh anaknya yaitu Herman Halim yang juga merupakan mantan Ketua Harian Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia. Ia sempat menghebohkan media sejak menyatakan menjadi muallaf dan masuk islam pada tanggal 27 Agustus 2004.