Abdul Rachman Zakir

Seorang pejuang di masa Revolusi. Lahir tanggal 24 Desember 1923, dan meninggal di Jakarta 17 Nopember 1945.' Ia seorang mahasiswa NIAS Surabaya Tk.III, kemudian pindah ke Sekolah Tinggi Kedokteran Ika Dai Gakku Jakarta.

Bulan September 1945 bergabung dengan kelompok pemuda Menteng 31, dan juga tinggal di Asrama Prapatan 10. Menjabat Ketua Angkatan Pemuda Indonesia (API) Senen Shiku (Kecamatan Senen). Ia seorang yang gigih menyadarkan para pemuda Senen untuk tugas perjuangan bangsa, hingga berhasil mengajak gerombolan Imam Syafi'i yang berjumlah 60 orang, menyadarkan Pasukan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) pimpinan Rappor dan Sitompul.

Melakukan pencegatan-pencegatan terhadap musuh di Viaduct Jatinegara dan Jaga monyet yang menimbulkan banyak korban di pihak lawan antara lain Mansvolt (penasehat politik Dr. van Mook, Captain Smallwood orang Inggris anggota RAPWI), keduanya diculik pada 11 Nopember 1945 dan langsung dieksekusi oleh laskar rakyat. Akibatnya Zakir dianggap sebagai teroris yang hidup matinya dicari dengan hadiah besar bagi yang dapat menangkapnya. Akibat yang lain yaitu meletusnya pertempuran di daerah Kramat, Senen, dan Tanah Tinggi. Dan tanggal 17 Nopember 1945, NICA melakukan pembersihan terhadap kaum pejuang dengan cara membunuh penduduk serta membakar rumah. Dalam pembersihan di daerah Kwitang, Zakir serta Daan Anwar tertangkap dan langsung dieksekusi di tempat. Beberapa peluru menembus tubuh Zakir hingga tewas, sedangkan Daan Anwar terluka di kepala dan matanya hilang satu.

Jenazah Abdul Rachman Zakir dimakamkan di Kawi-kawi, dan pada tahun 1976 kerangka jenazahnya dipindahkan di Makam Pahlawan Kalibata setelah semalam disemayamkan di Balaikota DKI Jakarta.