Zandvoort

Tempat pemandian di Tanjung Priok yang diucapkan oleh pribumi sebagai "Sampur". Zandvoort juga menjadi nama tempat pemandian di Belanda. Sampai tahun 1960-an selama lebaran warga ramai-ramai rekreasi ke Zandvoort, yang oleh lidah Betawi disebut 'sampur'. Jaraknya sekitar 3 km dari Ancol, dan hanya 1 km dari stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ancol, yang kini tempat rekreasi paling banyak menyedot pengunjung, kala itu masih hutan belukar dan sarang monyet. Hingga kendaraan yang lewat harus perlahan-lahan dan ekstra hati-hati, karena monyet-monyet sering berhamburan keluar. Banyak yang percaya para monyet itu memiliki seorang pemimpin yang dijuluki 'si kondor'.

Seorang sordadoe Kompeni, Johannes Rach (1720-1783), ketika bertugas di Batavia sempat melukis Ancol. Kala itu banyak warga Belanda membangun vila di Ancol, yang kala itu masih bernama Slingerland. Prajurit itu melukis tuan dan nyonya Belanda serta keluarganya tengah berlibur di Ancol, yang kala itu letaknya di luar kota Batavia yang berpusat di Pasar Ikan. Sama seperti kalau kita berakhir pekan ke Puncak. Di Ancol, Gubernur Jenderal Valekenier memiliki sebuah vila besar dengan taman yang luas. Tentu saja ketika itu pantainya belum terkena polusi seperti sekarang.