ZAINUL ARIFIN, KH.

Pahlawan Kemerdekaan Nasional lahir di Barus Tapanuli, pada tahun 1909. Pendidikan umum yang ditempuhnya hanya sampai SD. Sesudah itu, ia mengikuti pendidikan agama di pesantren. Pada zaman Belanda ia bekerja sebagai pegawai negri pada Gemeente Batavia (Kotapraja Jakarta). Di samping itu, ia giat pula dalam pergerakan nasional. Organisasi yang dimasukinya ialah NU (Nahdatul Ulama).

Pemerintah Pendudukan Jepang melarang partai-partai politik berdiri. NU pun tak luput dari larangan tersebut. Kemudian Jepang mengizinkan berdirinya Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) sebagai satu-satunya wadah bagi umat Islam. Ia memasuki organisasi tersebut dan diangkat sebagai Kepala Bagian Umum. Dalam pada itu, ia mengikuti latihan militer selama dua bulan, kemudian diangkat menjadi Panglima Hizbullah seluruh Indonesia. Hizbullah adalah organisasi semi militer yang anggota-anggotanya terdiri atas pemuda-pemuda Islam.

Sesudah Proklamasi Kemerdekaan, ia tetap duduk dalam Pucuk Pimpinan Hizbullah. Hizbullah merupakan salah satu laskar bersenjata di samping tentara resmi. Mereka berjuang bersama dengan tentara resmi untuk mempertahankan kemerdekaan. Laskar-laskar itu kemudian digabungkan ke dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu pula halnya dengan Hizbullah. Setelah penggabungan, ia diangkat sebagai sekretaris Pucuk Pimpinan TNI. Selain itu, ia duduk pula sebagai anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BK KNIP).

Sesudah Pengakuan Kedaulatan, ia diangkat menjadi anggota DPRS (Dewan Perwakilan Rakyat Sementara), dari tahun 1950-1953. Dalam Kabinet Ali Sastroamijoyo, ia diangkat menjadi Wakil II Perdana Menteri. Dalam DPR hasil PEMILU diangkat sebagai Wakil Ketua (1959). Waktu itu, pertentangan politik di tanah air sangat tajam. Konstituante tidak berhasil membua [removed][removed] t undang-undang dasar baru untuk mengganti UUDS. Karena itu, Presiden Sukarno mengeluarkan dekrit yang menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. Sesudah itu, dibentuk DPRGR (DPR Gotong Royong). Ia diangkat menjadi Pejabat Ketua, kemudian dikukuhkan sebagai Ketua DPRGR. Meninggal dunia pada 2 Maret 1965 dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.