Yohanes Bilyarta Mangunwijaya

Sastrawan, budayawan dan arsitek. Lahir di Ambarawa, Jawa Tengah, 6 Mei 1929 dan meninggal di Jakarta 10 Februari 1999. Menyelesaikan pendidikan di Institut Filsafat dan Teologi Sancti Pauli Yogyakarta (1959), kemudian meraih Dipl. Ing. dari sekolah Teknik Tinggi Rhein-Wetfalen, Aachen, Jerman Barat (1966), dan tahun 1978 mengikuti Fellowship Aspen Institute foe Humanistic Studies di Aspen, Colorado, AS.

Cerpennya, Kapten Tahir, mendapat Hiburan Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomroep 1975; bersama cerpen-cerpen yang lain, cerpen ini kemudian dibukukan dalam Dari Jodoh Sampai Supiyah (1976). Bukunya, Sastra dan Religiositas (1982), meraih Hadiah Sastra DKJ 1982, dan novelnya Burung-Burung Manyar (1981) meraih Hadiah Sastra ASEAN 1983 (tahun 1987 novel ini terbit dalam edisi Jepang, Arasi no Naka no Manyar dan dalam edisi Belanda, Het boek van de wevervogel). Karyanya yang lain: Ragawidya (1975), Puntung-Puntung Roro Mendut (n, 1978), Pasal Penghantar Fisika Bangunan 1980), Romo Rahardi (n, 1981), Panca Pramana (1982), Wastucitra: Estetika Arsitektural (1983, 1988), Roro Mendut (n, 1983), Teknologi dan Dampak Kebudayaannya I (ed., 1983). Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa (n, 1984), Menumbuhkan Sikap Religius Anak (1985), Lusi Lindri (n, 1987), Putri Duyung yang Mendamba: Renungan Filsafat Hidup Manusia Modern (ke, 1987), Durga Umayi (n, 1991), Pohon-Pohon Sesawi (n, 1999), dan Rumah Bambu (kc, 2000). Buku mengenai YB. Mangunwijaya dan karyanya antara lain: Sindhunata (ed.), Menjadi Generasi Pasca-Indonesia: Kegelisahan YB. Mangunwuijaya (ke, 1999), dan B. Rahmanto, YB. Mangunwijaya: karya dan Dunianya (s, 2001).