Unyil, Si

Merupakan pertunjukan sandiwara boneka yang menggambarkan anak Indonesia dalam bentuk seorang anak sekolah dasar berusia 8 tahun. Walaupun Unyil bukanlah manusia tetapi ia menjadi bintang dalam serial televisi Indonesia yang berjudul Si Unyil yang telah menjadi salah satu program tayangan yang banyak digemari secara nasional sejak kemunculannya pada 1970. Sebagai anak seorang petani yang tinggal disebuah wilayah desa khayalan bernama Sukamaju, Unyil ditampilkan sebagai model peranan yang dalam banyak hal punya banyak kesamaan dengan boneka wayang yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Perbedaan yang jelas adalah bahwa melalui media televisi pesan-pesan Si Unyil dapat sampai kepada khalayak pemirsa yang amat luas. Memang kadangkala ditayangkan gelaran pertunjukan wayang kulit dan wayang golek melalui layar-layar televisi tetapi serial Si Unyil mempunyai jam tayang televisi 20 menit setiap minggunya.

Di desa-desa di pulau-pulau yang jauh terpencil seperti; Banda Neira, di Maluku Selatan dan kampung-kampung atau hutan-hutan terpencil Irian Jaya dan Kalimantan dapat dijumpai orang-orang berkerumun di depan televisi umum yang dipajang di pasar atau rumah kepala desa, dengan mata-mata terpaku melihat petualangan Si Unyil. Tayangan ini sedemikian populer sehingga menjadikan sepi jalan-jalan di kota dan desa ketika Si Unyil ditayangkan pada minggu pagi.

Tokoh Unyil diciptakan tahun 1979 oleh Kumain Suhardiman dan Suyadi. Selain anak Indonesia yang patut dicontoh dan ideal ini juga diciptakan oleh keduanya tokoh-tokoh pendukung yang membantu dalam menyampaikan pesan moral dari pertunjukan. Ayah Unyil banyak menyampaikan pada anak-anak agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab, sedangkan kawannya yang bernama Pak Raden, menghadirkan pandangan tradisional Jawa. Lingkungan kawan-kawan sepermainan Unyil adalah Melani, seorang anak perempuan keturunan Cina, yang mendorong gagasan asimilasi atau pembauran dan diterimanya golongan minoritas Cina di Indonesia. Pak Lurah, kepala desa yang disegani mendorong Si Unyil dan anak-anak lain agar melakukan hal-hal positif yang dapat membantu mereka berkembang. Di luar peran-peran tersebut ada tokoh penjahat, tokoh kriminal yang memberikan tegangan dramatik tetapi dengan penyelesaian yang menggembirakan. Biasanya dengan penjahat ditangkap dan dihukum.

Setiap episode Si Unyil menekankan adanya masalah atau isu-isu nasional dan memberikan pelajaran bermanfaat bagi anak-anak dan juga khalayak orang tua. Misalnya, satu episode yang berjudul "Tamu Dari Luar Negeri", memberikan nasihat-nasihat berguna mengenai bagaimana bersikap ramah pada para turis asing. Suatu pelajaran penting dalam kaintannya dengan industri pariwisata Indonesia yang sedang berkembang dimana pengunjung yang suka petualangan sering keluyuran memasuki lingkungan yang boleh jadi telah mengalarni sedikit sentuhan dengan orang-orang dan kebiasaan asing. Episode Unyil yang lain dengan judul "Gerhana Matahari Total" menghilangkan rasa takut yang berakar di antara sementara orang Indonesia akan adanya cerita-cerita bahwa matahari akan ditelan oleh seorang raksasa jahat pada saat terjadinya gerhana pada Juni 1993. Yang bahkan lebih nyata adalah pesan- pesan pertunjukan misalnya malu karena berbohong, gemar menabung, dan bersih itu sehat.

Bagi penonton yang hanya sambil lalu saja atau bahkan penonton yang tidak paham bahasa Indonesia, pertunjukan Si Unyil ini hanya dianggap sebagai cerita-cerita biasa. Tetapi sebagaimana dalam pertunjukan wayang kulit yang menjadi dasar pertunjukan si Unyil ini maka kemunculan si unyil merupakan hal yang istimewa. Ada kira-kira 30 penulis, artis, dan pendukung yang terlibat dalam pembuatan setiap episode untuk Pusat Produksi Film Negara milik pemerintah, sebuah kepanjangan tangan dari Departemen Penerangan. Menteri Penerangan Harmoko mengkaitkan kepopuleran Si Unyil dengan adanya kenyataan bahwa perilaku Unyil "sangat dekat dengan identitas dan martabat kebangsaan kita".

Seperti kebanyakan bintang media modern, ketenaran si Unyil telah jauh berkembang di luar lingkup ketenaran program program mingguannya. Para pengisi suaranya menggunakan tokoh-tokoh televisi dalam pertunjukannya, memainkan pertunjukan secara "live". Si Unyil bahkan diminta perusahaan Kodak, Unilever dan Peter's Ice Cream digunakan sebagai bintang iklan produk mereka.