UNTUNG JAWA

Nama atau sebutan lain untuk kawasan Menteng. Tanah Menteng kadang-kadang disebut juga 'Untung Jawa', yakni tanah yang terletak di 'bawah' (artinya sebelah utara) Kampung Melayu. Pada abad ke-18 disebutkan bahwa Tanah Menteng dimiliki seorang 'Moor' (Arab), yakni Assan Nina Daut (1755-1762), kemudian Pieter J. du Chene de Vienne (1790) dan para ahli warisnya. Kemudian pada awal abad ke-19 Jakob P. Barends memegang tanah tersebut. Sekurang-kurangnya sejak pertengahan abad ke-19 'Tanah Partikulir Menteng' dimiliki oleh orang-orang Arab, misalnya keluarga Shahap (Shahab) sebagai landheeren (tuan tanah) dari Menteng.

Menurut Almanak dari tahun 1910, "Tanah Partikulir Menteng" ditanami padi (ladang), rumput dan pohon kelapa. Tanah dinilai seharga f 238.868 dengan 2.301 orang penggarap tanah yang hidup di atasnya. Mereka memegang hak minim atas ladang yang mereka kerjakan, namun kewajiban mereka seringkali berat.

Luas tanah 295 Rijnlandsche roeden, yang pada tahun 1942 ditaksir seluas 69 hektar. Perusahaan real estate De Bouwploeg membeli tanah Menteng seluas 295 Rijlandsche roeden pada tahun 1908 dengan membayar f. 238.870,-. Kotapraja yang baru didirikan ini bermaksud supaya tanah yang baru diperoleh ini digunakan untuk daerah pemukiman bagi masyarakat golongan atas, yang semakin banyak berkedudukan di Batavia dan mencari rumah-rumah yang sesuai kemampuan finansial mereka.