Universitas Indonesia, Hutan Kota

 

Hutan Kota Universitas Indonesia Jakarta Selatan

Wilayah

Kampus Universitas Indonesia, Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Kotamadya Jakarta Selatan.

Luas

55,40 Ha

 

Hutan kota yang berada di kawasan Kampus Universitas Indonesia ini secara geografis terletak pada 06°2045’’LS dan 106°49’15’’BT. Hutan Kota UI berdasarkan wilayah administrasinya berada di wilayah Kota Jakarta Selatan. Tepatnya di Kecamatan Jagakarsa, Kelurahan Srengseng Sawah. Hutan Kota Kampus UI ini juga berbatasan langsung dengan wilayah kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Luas lahan Hutan Kota UI ini mencapai 90 Ha, namun luas yang berada di wilayah Pemerintah Kota Jakarta Selatan seluas 55,40 Ha berdasarkan SK Gubernur No. 3487/1999 dan sisanya merupakan wilayah milik Pemerintah Kota Depok.

Hutan Kota UI mempunyai nama lain yaitu Mahkota Hijau UI. Seorang pengajar jurusan Geografi FMIPA UI, Tarsoen Waryono dan merupakan Pelaksanana Program Pembangunan Hutan Kota UI mempunyai peran besar akan terlahirnya Mahkota Hijau UI. Mahkota Hijau UI adalah Hutan Kota yang merupakan plasma pembungkus kampus baru UI (Depok) dan secara spatial lokasinya tepat berdiri di titik sentrum pusaran inti pembangunan. Di sisi bagian belakang, terlihat lingkaran hutan kawasan puncak, yang merupakan potret dinamika industri wisata. Di sisi depan, merupakan lingkaran kota DKI Jakarta, yang merupakan potret dinamika industri urban jasa.

Konsepsi Mahkota Hijau UI, bersumber dari Rencana Induk Universitas Indonesia melalui SK. Rektor UI No. 088/SK/R/UI/1985, yang telah diimplementasikan melalui SK. Rektor No. 084/SK/R/UI/1988. Bersamaan dengan lengkapnya pembangunan fisik, serta semakin hidupnya suasana dan aktivitas kampus, justru membuat obsesi lingkungan hijau UI terasa menjauh, karena lemahnya hasil-hasil pembangunan tata hijau yang konkrit di lapang. Kemudian di perbarui dengan SK Gubernur No. 3487/1999 dengan nama Mahkota Hijau, yang difungsikan sebagai wilayah resapan air, wahana koleksi pelestarian plasma nutfah, wahana penelitian dan sarana rekreasi alam. Fungsi dan manfaat kawasan hutan ini selain berfungsi sebagai kawasan resapan air, kawasan lindung pelestarian plasma nutfah, juga dimanfaatkan sebagai wahana penelitian biodiversitas (keanekaragaman hayati), bagi mahasiswa biologi, farmasi, geografi, kimia dan fakultas sastra, serta sebagai kawasan rekreasi baik bagi masyarakat kampus maupun masyarakat sekitarnya. Disisi lain kawasan ini juga dipergunakan sebagai penyuluhan mahasiswa tentang arti penting lingkungan tata hijau diwilayah perkotaan, pramuka maupun pecinta alam.

Konfigurasi fisik kawasan hutan kota UI merupakan hamparan landai dengan kisaran kemiringan lereng 3 - 8 % (76,40 ha)yang pada awalnya didominasi oleh penggunaan tanah sawah, hutan karet & perkampungan; kondisi bergelombang ringan dengan kisaran lereng 8 - 25 % (13,60 ha); dengan ketinggian tempat 39 - 74 m dpl. Berdasarkan Peta Kesesuaian Wilayah untuk tanaman semusim daerah Parung-Depok-Bogor-Ciawi (1979) skala 1:50.000, jenis tanah yang terdapat di daerah kampus UI beserta hutan kotanya adalah latosol merahdengan tekstur halus dengan bahan induk Tuf Andesit, peka terhadap erosi dan memiliki kedalaman efektif 90 – 100 cm.

Wilayah ini memiliki drainase sedang serta memiliki bentuk berombak dengan punggung-punggung cembung. Jenis tanah ini memiliki kelas kesesuaian wilayah yang dibagi tiga yaitu: (a) untuk tanaman semusim, (b) untuk tanaman musiman (c) untuk padi sawah. Untuk jenis tanaman tahunan memiliki kelas kesesuaian sangat sesuai (highly suited), sedangkan untuk jenis tanaman semusim dan padi sawah memiliki kelas kesesuaian yang agak sesuai (moderately suited), dimana hal ini dikarenakan adanya faktor pembatas.

Suhu rata- rata harian hutan kota UI sebesar 270 C, kelembaban udara rata-rata tahunan 85%, curah hujan rata-rata 2.478 mm/tahun dan jumlah hari hujan rata-rata tahunan 75-155 hari. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, secara umum kondisi hutan kota UI tergolong baik. Hutan kota UI memiliki pepohonan yang kompak dan rapat, memiliki jenis pohon yang beragam serta memiliki diameter batang yang cukup besar. Pada areal hutan kota UI juga terdapat danau yang berfungsi sebagai muara aliran air serta objek rekreasi bagi mahasiswa dan masyarakat.

Sumber air kawasan hutan kota kampus UI-Depok air berasal dari air Sungai Cinakusen yang berada di pinggiran hutan kota. Selain itu sumber air juga berasal dan pembuangan air situ yang dialirkan melalui DAM untuk mengatur banyak sedikitnya air yang keluar dari situ atau Sungai Cinakusen, juga berasal dari air hujan.

Habitat kawasan hutan kota ini terdiri dari dua bentuk ekosistem (a) ekosistem perairan yang merupakan wahana tadon perairan (situ), dan (b) kawasan hutan kota yang direncanakan sebagai wahana koleksi pelestarian plasma nutfah dalam bentuk tiga ekosistem yaitu (1) pepohonan yang berasal dari Wales Barat dengan jenis-jenis vegetasi, antara lain Jati (Tectona grandis), meranti (Shorea spp), kopi (Cofea spp), karet (Hevea brasiliensis) dan beberapa jenis lainnya;(2) pepohonan yang berasal dari Wales Timur seperti kayu hitam (Diopyros celebica), cendana (Santalum album), cengkeh (Zizigium aromaticum), pala (Myristica fragrans), matoa (Pometia sp), dan beberapa jenis lainnya dan (3) Vegetasi asli Jakarta dan sekitarnya. Komponen pembangunan Mahkota Hijau hutan kota kampus Universitas Indonesia yang merupakan wujud hutan kota, dari rencana 184 jenis yang akan dibudidaya, dan baru terealisasi sebanyak 41. Nilai Kerapatan di dalam hutan kota dengan metode plot rata-rata di peroleh nilai 2530 ind/Ha dengan stratifikasi 4 layer. Sedangkan vegetasi yang terdapat pada tapak lebih didominasi pohon-pohon yang berdiameter besar sehingga mampu menyerap air dengan baik. Pohon- pohon tersebut seperti akasia (Acasia aviculiformis), flamboyan (Delonix regia), kelapa (Cocos nucifera), cemara lilin (Cupressus semper), sengon (Paraserianthes falcataria), dan lain-lain. Pada kawasan hutan kota kampus UI-Depok, vegetasi yang dominan adalah karet (Hevea braziliensis), akasia (Acasia aviculiformis), dan vegetasi budidaya seperti nenas (Ananas comosus), sawo (Achraz zapata), pisang (Musa paradisiaca), dan lainnya.

Satwa yang ada di kawasan kampus UI-Depok beserta hutan kotanya seperti burung, tikus, ikan, katak dan beberapa satwa liar antara lain: ular, kadal, bunglon serta beberapa jenis serangga. Untuk jenis burung terdiri dari 56 jenis burung. Burung-burung itu hidup dalam tujuh habitat yang berbeda, yaitu danau, empang, sawah, alang-alang, tegalan, kebun karet, dan hutan penghijauan. Burung yang juga banyak dijumpai adalah bondol jawa (Lonchura linchi), bondol dada sisik (Lonchura punctulata), burung cabe (Dicaeum trochileum) serta walet sapi (Collocalia linchi). Untuk jenis tikus besar di UI ada lima (5) yaitu Rattus tiomanicus, Rattus diardi, Rattus norvegius, Rattus exulans, Bandicota indica. Jenis rayap subteran yang terbanyak adalah Macrotermes gilvus. Sedangkan untuk jenis molusca air tawar ditemukan gondang (Pila Scutata), Bellamya javanica, remis (Corbicula javanica), kijing (Pilsbrycon cha exilis), keong mas (Pomaceea sp.).

Fasilitas yang ada disekitar kawasan hutan kota kampus UI di Depok terdiri dari fasilitas pendidikan dengan terdapatnya fakultas ekonomi, fakultas Hukum, FISIP, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas MIPA, Fakultas Politeknik, Fakultas Psikologi, Fakultas sastra, Fakultas Teknik, Pusat Antar Universitas, Pusat Studi Jepang, perpustakaan pusat maupun fakultas masing-masing, serta laboratorium tanaman obat dan rumah kaca. Fasilitas peribadatan yang ada yaitu Masjid UI. Terdapat fasilitas olahraga seperti lapangan bola kaki, lapangan hocky, lapangan basket, lapangan bulutangkis, lapangan tenis, lapangan volley, serta adanya fasilitas pendukung seperti guest house, Pusgiwa, rumah makan, halte, dan lapangan parkir.

Masyarakat setempat juga ada yang memanfaatkan fasilitas di sekitar Hutan Kota UI ini diantaranya digunakan untuk  berolahraga atau berekreasi. Beberapa komunitas pengendara sepeda gunung sering mencoba track yang ada di Hutan UI, yang cukup terkenal diantaranya adalah track Mangkuk dan track Nyamuk Hutan UI. Selain itu ada juga yang datang ke danau sekitar Hutan UI untuk sekedar meluangkan waktu untuk memancing ikan atau yang segaja datang menikmati Hutan Kota UI piknik bersama keluarganya.

Beberapa perusahaan di Indonesia juga pernah melakukan kerjasama dalam pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilaksanakan di Hutan Kota UI ini, diantaranya oleh PT.Antam dan PT. Pertamina yang menyumbang dan menanam beberapa jenis pohon di kawasan Hutan Kota ini. Sumbangan pohon-pohon di Hutan Kota UI ini juga memberikan sumbangan oksigen bagi wilayah sekitar, diantaranya diketahui Hutan Kota UI dapat memproduksi oksigen sebesar 45,56 ton tiap harinya. Sedangkan berdasarkan analisa cadangan karbon yang dilakukan tim IPB jumlah cadangan karbon pohon yang terdapat pada Hutan Kota UI yaitu sebesar 178,82 ton/ha, dengan nilai serapan CO2 dihasilkan dari hutan kota UI yaitu 634,40 ton/ha dan sumbangan cadangan karbon pohon terbesar dihasilkan dari pohon famili Fabaceae, antara lain yaitu: Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth, Acacia mangium Willd, Paraserianthes falcataria L, Leucaena leucocephala L, Bauhinia purpurea L, Delonix regia Boj. Ex Hook, Pterocarpus indicus Willd, Erythrina crista-galli L, dan Abrus precatorius L. Hutan Kota UI juga pernah termasuk peringkat ke 30 dan peringkat ke 15 kampus hijau sedunia dalam UI Green Matric World Ranking.

Hutan kota UI ini dapat ditempuh dengan jalan kaki maupun dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.  Kawasan ini terletak pada akses jalan Pasar Minggu-Depok, pada perbatasan DKI Jakarta dan Propinsi Jawa Barat dan dapat dicapai melalui akses Jalan Raya bogor dan Jalan Margonda Raya, lintas kereta api (KRL) Jakarta-Bogor, melalui stasiun UI dan Pondok Cina.