Ully Sigar Rusady

Aktifis lingkungan, penyanyi dan pemain gitar berjuluk The Green Guitar. Bernama lengkap R. Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya, lahir di Garut, Jawa Barat, 4 Januari 1952. Bakatnya berasal dari ayahnya, Rusady Wirahaditenaya, seorang Kolonel yang menyenangi musik dan R. Marie Zumarya, sang ibu senang bernyanyi, bergitar dan melukis. Usia 8 tahun telah bisa bermain gitar dengan diajar ayahnya dan di usia 14 membentuk band Puspanita. Berbagai alat musik yang dipelajarinya, antara lain kolintang di Manado (1970), gitar klasik dan pop di YMI (1975), gitar keroncong dan jazz (1975), piano belajar pada Ridwan Chandra (1978), dan juga mengikuti Up Grading untuk jurusan musik gitar (1977). Belajar ilmu musik harmoni  dan teori komposisi, sekaligus dengan latihan vokal pada Ronald Pohan. Untuk ilmu kotaprung pada Arjuna Hutagalung (1980), dan secara formal untuk jurusan Orkestrasi di LPKJ pada Slamet Abdul Syukur (1981-1983).

Keikutsertaannya dalam Festival Lagu Pop Sedunia di Tokyo, Jepang pada tahun 1978 merupakan awal dari kiprahnya dalam lagu-lagu yang bertemakan lingkungan hidup. Di Jakarta mendirikan sekolah musik Vidi Vici, namun tiga tahun setelah sekolah berdiri, 21 Desember 1982, gedung sekolah musiknya dilalap si jago merah. Namun hal tersebut, tidak menyurutkan semangatnya untuk membangun kembali. Kini dia boleh berbangga, sekolah musiknya berdiri di banyak tempat, baik di kota Jakarta maupun kota lain, dengan sekitar sepuluh ribu orang murid. Ia mengaku musiknya banyak diwarnai ornamen-ornamen musik klasik abad 15, 16 dan 17 dan setiap karyanya didedikasikan untuk keselamatan dan kelestarian alam.

Ia memperoleh penghargaan di bidang lingkungan hidup: Piagam dari UNEP (United Nations Environment Programe) di Nairobi (Juli 1987). Bulan Desember 1986, melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Selatan bersama anggota Yayasan Garuda Nusantara dan Walhi. Bersama empat orang lainnya dari negara di ASEAN, diangkat menjadi anggota tetap "Global 500", sekumpulan orang yang bergerak untuk perlindungan alam. Pada 1987, mengikuti Asia-Pasific NGO Conference on Deforestation and Desertification. Tahun 1988, mendapat kepercayaan menjadi duta keliling UNEP untuk Asia Pasific, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Bangkok, setelah itu melawat ke Jepang, Afrika, Beijing.