Turino Djunaidi

Pekerja seni kelahiran di Padangtiji, Sigli, Aceh, pada tanggal 6 Juni 1927. Bernama asli Teuku Djuned, beragama Islam. Pendidikan yang ia tempuh ialah: IDS di Sigli; SMP (1942); SMT di Solo (tidak selesai); Kursus Telegrafis di Medan (1943), Kursus Cinematografi dan produksi film di Tokyo (1964) dalam rangka bantuan Rencana Kolombo. Sebelum masuk ke dunia film ia bergabung dengan TNI pada masa Perang Kemerdekaan dari 1946-1951. Lalu mulai mengedarkan film-film Mesir di Sumatera dengan hasil yang memuaskan. Dan ketika mendapatkan film-film Indonesia di Jakarta, malah mendapat tawaran untuk main film oleh PT Golden Arrow (Panah Mas). Penampilannya yang pertama dalam Meratap Hati (1950). Tahun-tahun berikutnya masih juga main film untuk PT Golden Arrow, ketika dalam Sri Asih (1954) merangkap sutradara, ia bertemu dengan Mimi Mariana dan kemudian menikah antara tahun 1955-1958. Mulai main film untuk perusahaan lain dalam Oh Ibuku (1955) dan Taman Harapan (1957). Karena niatnya memang dari dulu dagang film, maka pada tangal 13 Desember 1959 mendirikan PT Sarinande Films, Iseng, produksi pertamanya yang mengorbitkan Alwi dan Oslan Hussein tahun 1959.

Pada masa film hitam-putih, ia membuat 17 film. Masa film berwarna dimulai 1968 ia membuat Jakarta, Hongkong dan Macau (1968). Yang bisa dibilang mencetak box-office pada masa tahun 1970-an ialah Bernafas Dalam Lumpur (1970). Selain aktif di perusahaan sebagai direktur, Produser, Sutradara dan Penulis Skenario, ia juga aktif di bidang organisasi perfilman. Seperti PPFI dan yayasan Nasional Festival Film Indonesia, yang mengorganisir pelaksana FFI mulai 1973. Ia juga aktif di Taman Iskandar Muda (Organisasi Masyarakat Aceh Jakarta) dan menjadi ketua Yayasan Prambanan (Apotik dan Klinik).

Main sinetron, antara lain Dalam hati Seluas Samudra (1994). Ia tetap aktif di PPFI sejak berdiri 1959, kembali menjadi Ketua Bidang luar Negeri/Festival, pada tahun 1996-1998. Filmografi: (pemain, Meratap Hati, 1950), Seruni Laju (1951), Pulang (1952), Si Mientje (1952), Rentjong dan Surat (1953), Retjong dan Surat (1953), Taman Harapan (1957). Kemudian merangkap sebagai prosedur/sutradara: Iseng (1959), Gadis Di Seberang Djalan (1960), Detik-Detik Berbahaja (1961), Bermalam Di Solo (1962), Kartika Aju (1963), Operasi Hansip 13 (1965), Belaian Kasih (1966), Kasih Diambang Maut (1967), Djakarta Hongkong Macau (1968), Orang-Orang Liar (1969), Bernafas Dalam Lumpur (1970), Wadjah Seorang Laki-Laki (1971), Intan Berduri (1972), Si Manis Jembatan Ancol (1973), Pacar (1974), Ganasnya Nafsu (1976), Sorga (1977), Petualangan Cinta (1978), Hati Selembut Salju (1981), Bernafas Dalam Lumpur (versi 1991), Kabut Asmara (1994). Penghargaan yang pernah diperolehnya, Hadiah Djamaludin Malik pada 1992.