Trisutji Djuliati Kamal

Komponis wanita Indonesia, lahir di Jakarta 28 November 1936. Sejak usia 7 tahun dan sejak semula sudah gemar berimprovisasi dalam piano, kemudian memperdalam pengetahuanya pada beberapa guru musik dari Jerman dan Belanda, antara lain dari Dora Krimke, laurene Remmert dan Joan Ciesen (1943-1955). Kemudian belajar pada Conservation Amsterdam, Ecole Normale de Musique, Paris dan Conservatorium St. Caecilia Roma serta pernah menjadi murid Komponis Belanda Henk Badings (1955-1967). Mengikuti Pagelaran Karya Jubilate Deo untuk Paduan Suara dan Sant Angelo, Roma (1957).

Tahun 1962 menyelesaikan pelajaran pianonya dari Conservatorium St. Caecillia, Roma. Kemudian ia menciptakan musik ballet Gunung Agung Meletus, Hujan, dan lain-lain (1963) dan mencipta karya musik Api (1964). Tahun 1965 dia tamat sebagai wanita pertama dair Acoustic Music di Itali dan merangkai Kumpulan Lagu-Lagu Indonesia untuk piano. la memperdalam musik Perkusi dan Sejarah/Teknik Musik Rakyat di Conservatorium St. Caecilia, Roma. Tahun 1968 dia kembali ke tanah air dan mengajar Harmoni pada Sekolah Musik Murni Medan serta sempat tampil pula dalam beberapa pagelaran Konser Musik di sana. Tahun 1969, ia tampil dalam beberapa pementasan dan Konser Piano di TIM, diantaranya Loro Jonggrang dan pementasan perdana Ensemble Perkusi Dari Celah-Celah Kehidupan dan memulai karirnya sebagai Penata Musik Film Nasional Apa yang Kau Cari Palupi, Lewat Tengah Malam, Biarkan Musim Berganti, dan Tabah Sampai Akhir (1971-1972). Pada tahun 1973 dipercaya RRI Jakarta menggarap karya Karunia untuk Orkes Simfoni dalam Hari Radio, dan mencipta karya-karya Tembang, Kepadamu Bunda dll. Tahun 1974 Dewan Kesenian Jakarta mempercayakan kepadanya untuk menggarap karya Ballada untuk Clarinet dan Orkes Gesek. Dia diangkat menjadi anggota DKJ dan menghadiri Konperensi ke-II Asian Composers League di Kyoto Jepang. Tahun 1975 dia tampil dalam pagelaran Hujan untuk Piano, harpa dan cello oleh TOKK Ensemble Jepang di TIM. Dia tampil dalam Konperensi Asian Compoers League (ACL) dengan Pementasan Variasi Sarinande di Manila, Philipina dan ditugaskan oleh Yayasan Pendidikan Musik, Jakarta, dalam membantu lagu wajib Rhapsodiette untuk piano. Tahun 1976 ia hadir dalam Konperensi ke-IV ACL dan tampil dalam pementasan Hujan di Taipei, kemudian dampil dalam pementasan perdana Ballada Untuk Clareinet dan Orkes Gesek di RRI Jakarta dan pementasan Musik Ballet Gunung Agung Meletus pada Asian Music Festival, Hong Kong.

Tahun 1977, mencipta Berceuse II sebagai lagu wajib untuk Yayasan Pendidikan Musik Jakarta. Tahun 1978 dia hadir dalam Konperensi ACL ke-5 di Bangkok dan diangkat sebagai Ketua Ikatan Komponis-Komponis Indonesia (IKKI). Dia mencipta karya musik Arabesk untuk piano, lagu wajib Yayasan Pendidikan Musik Jakarta. Tahun 1979, ia tampil lagi lewat karya musiknya Gunung Agung Meletus dengan penata tari Farida Feisol yang dipentaskan di PKJ-TIM, Konserto Patetik untuk Piano dan Orkes RRI Jakarta. pagelaran Konserto Pateti di Seoul, Korea Selatan. Tahun 1980, Juri FFI, FFA, Hymne Guru, Sayembara Komponis DKJ, Anggota Komite Musik DKJ, Menata Musik Film Selamat Tinggal Duka. Mengajar pada kursus-kursus Yayasan Artis Film, mencipta Puisi Simfoni Kemenangan sebagai penugasan oleh Menteri P & K Daoed Yoesoef dan mempergelarkannya di Studio II RRI Jakarta, yang juga disiarkan di TVRI tanggal 10 November 1980. Pada 1981-1982, la menata musik untuk film Sekuntum Duri, Yang Kembali Bersemi, Jangan Ambil Nyawaku, Nina, dan Bukan Impian Semusim. Dalam tahun 1982, ia menjadi solist pada Orkes Simfoni Jakarta, menjadi anggota juri beberapa sayembara antara lain Mars dan Hymne AMPI, Paduan Suara Nasional Ibu-Ibu, mencipta lagu Lebur dalam Bakti utnuk lagu wajib Paduan Suara Wanita. Pada FFI 1982 di Jakarta dia diunggulkan untuk meraih Piala Citra berkat penataan musiknya untuk film Jangan Ambil Nyawaku.