Trisnojuwono

Pengarang dan wartawan lahir di Yogyakarta, 12 November 1925, meninggal di Bandung,  29 Oktober 1996. Pendidikan terakhir tamat SMA (1947). Pernah menjadi anggota Pasukan 40 Tentara Rakyat Mataram di Yogyakarta (1946), Korps Mahasiswa di Magelang dan Jombang (1947-1948), TNI Divisi Siliwangi (1950-1953). Tahun 1949 dipenjarakan di Ambarawa selama 10 bulan, tetapi berhasil melarikan diri ketika dirawat di RSU Semarang. Pernah menjadi redaktur Cinta (1955), redaktur harian Pikiran Rakyat, dan Direktur Penerbit PT Granesia di Bandung.

Cerita pendeknya mulai muncul dalam majalah-majalah sastra sejak tahun 1955. Laki-Laki dan Mesiu adalah buku kumpulan cerita pendeknya yang pertama, dan terbit pertama kali pada 1957. Untuk itu ia mendapat hadiah sastra nasional dari BMKN tahun 1957-1958. Isinya berupa kisah revolusi yang kebanyakan berdasarkan pengalamannya sendiri. Kumpulan cerita pendeknya yang kedua berjudul Angin Laut (1958) dan yang berikutnya berjudul Di Medan Perang (1961), Kisah-Kisah Revolusi (1965).

Dalam masa revolusi, ia aktif mengambil bagian dalam pertempuran di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Ia pun pernah ditawan Belanda dan yang terakhir di Fort Willem I Ambarawa, berhasil melarikan diri. Tahun 1950 masuk TNI, pernah mengikuti latihan-latihan RPKAD, Combat Intelligence dan mendapat brevet parasutis AURI. Tahun 1954 bebas tugas dan melanjutkan pekerjaannya sebagai pengarang dan wartawan. Salah satu cerita pendek dalam buku Laki-Laki dan Mesiu yang berjudul Pagar Kawat Berduri, pernah dibuat film oleh Asrul Sani, tetapi tidak sempat beredar luas karena oposisi orang-orang PAPFIAS dan Lekra. Kemudian cerita pendek tersebut ditulisnya kembali menjadi roman (1962) dengan judul yang sama. Untuk Roman itu ia memperoleh Hadiah Yamin. Romannya yang lain berjudul Biarkanlah Tjahaja Matahari Membersihkanku Dahulu (1966) dll. Karyanya yang lain: Surat-Surat Cinta (n, 1968), Peristiwa-Peristiwa Ibukota Pendudukan (1970), dan Petualangan (n, 1981). Di samping pengarang dan wartawan, ia juga dikenal sebagai penerjun payung.