Trem Uap

Disebut juga trem steam, pertama mulai beroperasi di bawah manajemen Perusahaan Trem Hindia Belanda. Lebih memuaskan dan populer ketimbang trem kuda. Sebagai sarana angkutan umum di Batavia, trem uap ini menelusuri panjang kotapraja hingga di batas selatan Meester Cornelis dan terbagi atas dua cabang yaitu Batavia -Kramat dan Kramat - Meester Cornelis.Merupakan trem yang beroperasi di Betawi tahun 1881 dengan rute dari Kasteelplein di kota lama-lalu Niewpoortstraat (Jl. Pintu Besar) sepanjang Rolenvliet - West (Jl. Gajah Mada)- Rijswijk (Jl. Veteran)-Posweg (Jl. Pos) -Waterlooplein (Lapangan Banteng) - Senen - Kramat - sepanjang jalan Pos kearah Meester Cornelis dan terakhir sampai di stasiun yang terletak di ujung Kerkstraat (Jl. Gereja). Ongkosnya untuk sekali jalan adalah 20 sen untuk kelas satu dan 10 sen untuk kelas 2. Trem tersebut mulai beroperasi pada jam 6 pagi sampai jam 7 petang. Sesudah jam 7 petang tidak dibenarkan mengadakan operasi dengan pertimbangan untuk memberi kesempatan kepada beberapa keramaian di kota lama yang pada malam hari biasa diadakan keramaian-keramaian.

Trem ini beroperasi di bawah perusahaan NITM (Nederlandsch-Indische Tramweg Maatschappij). Netherlands Indes Tramways Company atau Batavia Tramways Company, merupakan perusahaan Trem Hindia Belanda yang mengelola manajemen trem uap secara lebih memuaskan daripada trem kuda (12 Juni 1882). Adapun tempat pemberhentian trem terletak di belakang Balai Kota. Orang Betawi biasa menerjemahkan NITM dengan kepanjangan "Naik Ini Trem Mati". Sebabnya, tempat duduk di trem terbagi dalam beberapa kelas, ada kelas satu duduk orang kulit putih, ada kelas dua untuk orang-orang timur asing, dan ada kelas tiga untuk pribumi dan kambing. Oleh karena itu kelas tiga disebut kelas kambing.

Loknya terdiri atas sebuah ketel yang disebut remise. Di pangkalannya di Kramat, remise diisi dengan uap yang sudah jadi, yang memiliki tekanan tertentu. Uap yang diisikan cukup untuk perjalanan trayek trem itu pulang balik, yang kemudian diisi dengan uap pada saat balik ke Kramat. Trem uap dianggap alat angkutan modern, yang diharapkan memberikan kenyamanan menggantikan trem kuda. Namun popularitasnya tidak berlangsung lama. Hal ini disebabkan karena pada saat hujan banyak trem yang mogok karena kaleng tempat menyimpan uap menjadi turon suhunya. Hal lain yang lebih fatal ialah trem uap Betawi dianggap kendaraan yang terlalu hingar bingar yang mengganggu ketentraman dan ketertiban kota. Hal ini menjadi lebih gawat lagi karena trem uap Betawi sering menyebabkan kecelakaan dan pernah dijuluki "pembunuh terbesar yang berkeliaran di kota Betawi".