Toto Sudarto Bachtiar

Sastrawan, lahir di Palimanan, Cirebon (Jawa Barat), 12 Oktober 1929. Memperoleh pendidikan HIS Banjar (Ciamis), Cultuurschool Tasikmalaya (1946), MULO Bandung (1950), Fakultas Hukum DI (1950-1952; tidak tamat). Pada waktu pecah perang kemerdekaan ia tergabung dalam Tentara Pelajar Korps Pengawal Divisi Siliwangi di Tasikmalaya; dan pada waktu terjadinya Clash ke-I ia bergabung dengan Polisi Tentara Detasemen 132 Batalyon 13 di Cirebon. Sejak kecil menggemari bahasa, juga bahasa asing, dan menulis. Waktu menjadi mahasiswa di Jakarta ia bekerja pula sebagai redaktur majalah Angkasa (milik AURI) danmulia menulis sajak, menterjemahkan cerita pendek, esai, artikel kebudayaan, sastra, politik dll. Pernah menjadi redaktur majalah Menara di Jakarta, dan tahun 1964 turnt mendirikan majalah Sunda di Bandung. Terakhir pernah menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Kumpulan sajaknya, Suara (1956), memperoleh Hadiah Sastra Nasional BMKN tahun 1957. Kumpulan sajaknya lain: Etsa (1958). Karya terjemahannya antara lain Pelacur (d Sartre, 1954), Sulaiman yang Agung (karya Harold Lamb, 1958), terjemahan bersama Sugiarta Sriwibawa), Pertemuan Penghabisan (n Hemingway, 1976), Malam Terakhir (d Rabindranath Tagore, 1976). Studi mengenai sajak-sajaknya: H.Br , Jassin, Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esei III (1967; halaman 57-77) dan Subagio Satrowardoyo, Sosok Pribadi dalam Sajak (1980; halaman 142-168).